Iuran Naik, Dewan Sentil BPJS Kabupaten Bogor

by -

METROPOLITAN – Pemerintah resmi menaikkan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hal itu berlaku untuk semua segmen peserta BPJS. Bahkan, masyarakat yang mendapatkan bantuan atau BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Dari informasi yang didapat, kenaikan iuran hampir menyentuh angka 100 persen. Untuk Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas III dari Rp25 ribu menjadi Rp42 ribu, peserta kelas II dari Rp51 ribu menjadi Rp110 ribu, sedangkan kelas I dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu. Sedangkan untuk peserta PBI, dari Rp23 ribu menjadi Rp42 ribu. Kenaikan ini berasal dari anggaran pemerintah sejak 1 Agustus 2019.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ruhiyat Sujana, mengatakan, sejauh ini pelayanan rumah sakit terhadap masyarakat peserta BPJS masih banyak catatan negatif. Dari laporan yang diterimanya, yang paling parah adalah ketidakpastian pelayanan rumah sakit saat melayani peserta BPJS.

Dengan iuran awal saja banyak masyarakat yang tidak mampu membayar hingga berdampak kepada penolakan peserta. Baru bisa dilayani kalau sudah membayar,” cetusnya.

Berdasarkan catatan BPJS Kesehatan Cibinong, di Kabupaten Bogor dari 3.367.585 peserta, ada sekitar 593 ribu orang yang menunggak. Menurut Ruhiyat, jumlah ini bukan tidak mungkin akan bertambah seiring naiknya iuran BPJS.

Data penerima bantuan juga harus diperbaharui setiap tahunnya. Karena kondisi di lapangan masih banyak masyarakat yang seharunya dapat, malah tidak dapat bantuan. Ini menjadi PR kita,” tegasnya.

Ia menilai, sistem BPJS sangat jauh dengan apa yang dulu telah diterapkan pemerintah melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesmas-Jamkesda) yang sudah terbukti berhasil dan tidak pernah defisit sejak 2005 hingga 2013.

“Kami di dewan siap mendorong untuk kesejahteraan khususnya di sektor pelayanan kesehatan. Sebab, saya harap aturan bisa berjalan fleksibel sesuai keadaan,” tegas Politisi Demokrat ini.

Sementara, saat dimintai keterangan mengenai kenaikan iuran tersebut, Humas BPJS Kesehatan Cibinong, Wahyo Biantoro, belum bisa memberikan tanggapan dikarenakan tengah cuti bekerja.

“Nanti Senin saja ya,” cetusnya.(dil/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *