Jasad dalam Koper ternyata WNA?

by -1.7K views

METROPOLITAN – Setelah sekian lama melakukan identifikasi korban kasus penemuan mayat dalam koper berwarna biru tua, di Kampung Teluk Waru, RT 01 RW 13, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Minggu (10/11) silam. Akhirnya Polres Bogor berhasil melakukan rekontruksi pembuatan sketsa wajah korban.

Meski sempat tersiar kabar pihak kepolisian sulitan melakukan rekontruksi wajah korban, lantaran kondisi jasad yang sudah membusuk selama lima hari, namun, Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor berhasil menggambar detail raut wajah pria yang diduga berusia sekitar 40 tahun lebih tersebut.

Kepala Satuan Reserse Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi, mengatakan, pasca membuat sketsa wajah korban, pihaknya langsung bergerak menyebarkan gambar sketsa wajah pria tanpa identitas ini. Ia juga berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat beserta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, untuk memudahkan pencarian keluarga korban.

Jika dilihat secara kasat mata, korban memiliki tinggi badan berbeda dengan orang Indonesia pada umumnya. Dugaan sementara korban merupakan Warga Negara Asing (WNA). Benny juga sudah mencoba berkoordinasi dengan kedutaan dan Kementrian Luar Negeri untuk menginformasikan apakah ada WNA yang belakangan ini dikabarkan menghilang.

“Sampai saat ini belum ada data yang cocok dan singkron dengan korban,” kata Benny kepada awak media, di tengah konferesi pers sketsa jenazah dalam koper, di Mako Polres Bogor, kemarin pagi.

Secara umum, kata dia, sketsa korban sudah dibuat tak lama sejak ditemukannya jasad tanpa identitas ini. Ia sengaja baru mempublikasikan sketsa itu, lantaran beberapa waktu lalu tim tengah fokus mencari identitas korban, serta berkoordinasi dengan keduataan dan kementrian luar negri, sambil mencari pihak keluarga korban.

Meski proses pembuatan sketsa korban sudah mengalami pembusukan, namun pihaknya meyakini, jika akurasi dari rekontruksi sketsa wajah yang digambarnya mendekati 80 persen tingkat keakuratanya.

“Memang kondisi jasad saat digambar sudah hancur, bahkan posisi kulit ari dari korban sudah terkelupas semua. Tapi kami yakin sketsa ini bisa mendekati sekitar 80 persen,” jelasnya.

Berdasarkan hasil visum luar dan dalam, korban memiliki sejumlah ciri-ciri fisik tertentu. Seperti bekas jaitan pada perut, cedera di bagian kaki kanan.

Korban meninggal lantaran hantaman dari benda tumpul di bagian kepala belakang dan depan. Serta ditemukan beberapa bekas luka hantaman benda keras di bagian mulut lengkap dengan bekas bekapan. Disinggung soal saksi dan barang bukti, sejauh ini polisi sudah memeriksa sembilan orang saksi.

Beni mengakui, kasus penemuan mayat dengan tinggi 183 cm terkendala sejumlah faktor. Seperti jauhnya lokasi penemuan mayat dengan pemukiman penduduk, minimnya saksi mata dilokasi kejadian, hingga minimnya petunjuk.

“Posisinya sidik jari korban sudah hancur, jadi sulit untuk diidentifikasi. Untuk barang bukti, kita temukan satu koper merek paspor, satu jas dibagian kiri ada bentuk seperti bunga dengan merek Linea Esse, kemudian dari lakban kita sudah lakukan upaya sidik jari karena medan sulit di lokasi hujan jadi sulit mengidentifikasi sidik jari. Kita masih membuka seluas luasnya terkait dengan informasi orang hilang,” tutupnya. (ogi/c/yok/py)

Loading...