Kantor Desa Sukamanah Disegel, Camat Gelar Mediasi

by -
MEDIASI: Mus- pika Jonggol mengadakan mediasi terkait ketidakpuasan sebagian warga akan hasil pilkades.

METROPOLITAN – Tidak terima atas hasil pilkades yang memenangkan Hadi Sutardi, sebagian warga Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, menyegel kantor desa. Mereka juga meneriaki ‘Ganti Kepala Desa dan melakukan perusakan karena ingin pilkades diulang. Perwakilan warg sekaligus calon kades Desa Sukamanah, Adi Hariadi, mengatakan, jika dari awal memang sudah terlihat banyak kecurangan.

Menurutnya, penyelenggaraan pesta demokrasi tingkat desa itu terindikasi tidak sehat.

Sebab calon incumbent tidak bisa menunjukan ijasah asli sebagai persyaratan kepada panitia, tapi malah surat pengganti ijazah dari pihak-pihak terkait. “Kenapa panitia meloloskan dia sebagai calon kades jika syarat mutlaknya saja sudah tidak dipenuhi. Kami sebagai warga menuntut jika pilkades di Desa Sukamanah diulang. Saya yang akan menjadi ketua panitianya dan mengundurkan diri dari calon kades,” kata Adi.

Dari awal pihaknya sudah melaporkan pada muspika perihal ijazah ini. Bahkan sampai ke Polres Bogor. Namun tidak ada tanggapan. “Seolah-olah dibiarkan, ini kan aturan baku, masa diabaikan tentang syarat mutlak menjadi calon kepala desa,” katanya.

Sementara itu, Camat Jonggol, Andri Rahman menjelaskan jika hari ini pihaknya sudah mengadakan mediasi dengan masyarakat, panitia pilkades dan para pihak yang tidak puas serta muspika. Dalam pertemuan itu ada tiga poin yang dibicarakan mengenai ketidakpuasan warga atas kemenangan incumbent.

Pertama mengenai DPT atau penggelembungan suara dan kelebihan surat suara. Kedua, tentang adanya warga yang membagi-bagikan surat undangan pencoblosan dan ketiga tentang pengaduan adanya anak di bawah umur yang membawa surat undangan. “Semuanya sudah dijelakan dalam forum kepada semua pihak bahwa hal tersebut hanyalah kesalahfahaman saja,” katanya.

Ia sudah kroscek ke lapangan dan menjalankan sesuai aturan yang ada. Semua berita acara ini sudah disampaikan ke Kabupaten Bogor untuk dikaji dan ditindaklanjuti. “Saya menghmbau kepada masyarakat yang belum puas atas keputusan hari ini untuk tenang dan legawa. Apalagi kantor desa adalah tempat pelayanan semua masyarakat bukan hanya pihak-pihak tertentu saja, jadi saya harapkan agar masyarakat bisa tenang,”terangnya.

Senada Ketua Panitia Pilkades Desa Sukamanah, Ano Suarno, mengatakan, jika dirinya sudah menjalankan sesuai prosedur. “Saya bingung padahal saya sudah menjalankan sesuai prosedur yang ada. Jelas saya nggak berani neko-neko apalagi menyimpang, jika ada yang bilang penggelembungan suara itu tidak benar, karena jumlah suara 8.000 yang memilih sekitar 7.000,” katanya. (zis/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *