Kejar KLA lewat Empat Komponen

by -
JUMPA PERS: Pemkot Bgor melalui DPMPPA Kota Bogor saat menggelar jumpa pers terkait kota layak anak.

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor terus berbenah untuk meningkat­kan predikat Kota Layak Anak (KLA) dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pem­berdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Salah satunya dengan meli­batkan empat komponen dalam percepatan perwujudan Kota Bogor sebagai KLA.

Kepala Dinas Pemberdaya­an Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor Arti­ana Yanar Anggraini menga­takan, ada empat elemen pendukung untuk mewujud­kan program KLA, mulai dari pemerintah, masyarakat, media massa serta dunia usaha.

Kenapa media massa? Sebab memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya KLA. Tercatat, selama dua tahun ini Kota Bogor berturut-turut memperoleh predikat KLA kategori Madya.

“Untuk itu, peran media massa sangat penting dalam mewujudkan KLA,” kata Artiana.

Dalam memuat pemberi­taan mengenai anak, Artiana menyebutkan ada 12 butir pedoman pemberitaan ramah anak untuk menjaga hak-hak anak dari labelisasi negatif publik yang diterbitkan Dewan Pers di Jakarta, 9 Februari 2019.

Di antaranya wartawan me­rahasiakan identitas anak dalam memberitakan infor­masi tentang anak, khususnya yang diduga, disangka, di­dakwa melakukan pelangga­ran hukum atau dipidana atas kejahatannya.

Wartawan memberitakan secara faktual dengan kalimat/narasi/visual/audio yang ber­nuansa positif, empati dan/atau tidak membuat deskrip­si/rekonstruksi peristiwa yang bersifat seksual dan sadistis.

Wartawan tidak mencari atau menggali informasi mengenai hal-hal di luar kapasitas anak untuk menjawabnya seperti peristiwa kematian, perce­raian, perselingkuhan orang tuanya dan/atau keluarga, serta kekerasan atau kejaha­tan, konflik dan bencana yang menimbulkan dampak trau­matik.

“Selain 12 butir pedo­man pemberitaan ramah anak tadi, wartawan juga diharap­kan memegang Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam setiap pemberitaannya,” pintanya.

Pada kesempatan itu, pi­haknya mengajak semua un­tuk menjalankan program Three Ends atau Tiga Akhir, yakni akhiri kekerasan perem­puan dan anak, akhiri perda­gangan orang, dan akhiri ketidakadilan akses ekonomi bagi perempuan.

“Program Three Ends ini merupakan program untuk mewujudkan perempuan dan anak yang berkualitas mandiri dan ber­kepribadian. Media massa juga bagian yang sangat pen­ting dalam pemberitaannya,” tuturnya.

Untuk mengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan KLA, jelasnya, dapat diukur dengan lima klaster hak anak yang dijabarkan dalam indi­kator dan ukuran KLA sesuai Konvensi Hak Anak.

Di Kota Bogor, tim gabung­an yang terdiri dari DPMPPA, KPAID, Disparbud, Dinas Pendidikan, TP PKK, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Keseha­tan dan Bagian Tapem, mulai 18 November nanti akan men­datangi dan menilai bebera­pa tempat.

Di antaranya kan­tor kecamatan, kelurahan, sekolah, puskesmas, tempat usaha (hotel, restoran), ter­masuk beberapa kantor media massa yang ada di Kota Bogor.

“Tim penilai akan melihat apakah di tempat tersebut sudah ramah anak atau belum,” tutup Artiana. (*/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *