Kepepet Butuh Duit, Gamer Bogor Tusuk Sopir Taksi Online

by -
DIBEKUK: Fadli Pranata saat digelandang Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Bogor Kota usai beberapa hari melarikan diri

METROPOLITAN – Dibopong anggota Polisi Fadli Pranata terlihat meringis kesakitan usai dihadiah timah panas oleh jajaran Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Bogor Kota saat ditangkap.

Pria 25 tahun itu tega menggorok leher Ahsanul Fauzi sopir taksi online menggunakan pisau kater di Jalan Raya Wangun, Kelurahan Sidangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kamis (31/10) dini hari pukul 02:45 WIB silam.

Fadli Pranata yang merupakan warga Pamikul, Bantarjati, dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota, di kawasan Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, saat dirinya tengah asyik beraktivitas bersana rekan-rekannya.

Penangkapan tersebut, merupakan hasil dari penyidikan, keterangan saksi dan barang bukti yang ditemukan. Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan, motif pelaku membunuh korban lantaran pelaku membutuhkan sejumlah uang untuk mebenarkan laptopnya yang sedang rusak. Laptop tersebut konon digunakan pelaku, untuk bermain game dan judi online.

Fadli Pranata melakukan aksi kejamnya Kamis (31/10) dini hari sekitar pukul 02:00 WIB. Kala itu pelaku sengaja memesan driver mobil online, dari kawasan Bogor Nirwana Residance (BNR) menuju Ciawi.

Dipertengahan jalan, tepat di Jalan Raya Wangun, Kelurahan Sidangsari, Kecamatan Bogor Timur, pelaku FP meminta kepada Ahsanul Fauzi (korban,red) untuk mampir sejenak ke salah satu ATM Center di kawasan tersebut.

Korban pergi menuju salah satu ATM, kemudian mengambil uang pecahan 100 ribu. Meski dikantong terdapat uang pecahan 50 ribu. Namun pelaku lebih memilih memberikan uang 100 ribu, agar korban mengeluarkan dompetnya sambil memberikan kembalian pembayarannya.

“Saat korban mengambil dompet, pelaku ini langsung menikam leher korban dengan sebilah pisau kater merah yang sudah disiapkanya sedari awal,” kata Hendri.

Usai menikam, dompet milik korban terjatuh tepat ke bagian bawah stir mobil. Korban yang saat itu mengalami luka parah di leher, mencoba memberikan perlawanan dengan membunyikan klakson dan menginjak pedal gas. Hal ini juga yang membuat salah satu satpam di ATM center, datang menghapiri korban.

“Pelaku kabur saat korban menginjak pedal gas dan klakson, dengan keluar lari lewat pintu bagian kiri, lalu naik ojek yang ada di daerah sana. Ini juga penyebab barang korban tidak ada yang hilang. Jadi pelaku melarikan diri tanpa sempat mengambil barang berharga korban, karna takut warga berdatangan, karna korban menginjak pedal gas dan membunyikan klakson,” bebernya.

Berdasarkan hasil pemeriksaaan, baik pelaku maupun korban keduannya tidak saling kenal. Namun pelaku sudah memiliki niat untuk melakukan perbuatan keji itu.

Hal ini juga diperkuat dengan kesengajaan pelaku, meminjam aplikasi driver daring miliki salah satu warung kelontongan di BNR, lengkap dengan sebilah kater baru di kantong.

Berdasarkan pegakuan Fadli Pranata, dirinya membutuhkan uang sekitar Rp180 ribu untuk memperbaiki laptopnya yang sedang rusak. Menurut pengakuannya, laptop tersebut digunakan untuk bermain game dan judi online sehari-hari.

“Kita belum bisa pastikan apakah dia residivis atau  bukan. Yang pasti pelaku ini pecandu dan maniac game juga judi online. Pelaku juga diketahui pengangguran dan hanya bergelut pada game dan judi online,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota AKP Niko Nurallah Adi Putra membenarkan, jika motif awal pelaku lantaran kecanduang game dan judi online.

Berdasarkan hasil pendalamannya, Fadli Pranata sudah kecanduan game online sedari kecil. Bahkan pelaku juga sempat tidak dianggap oleh sanak saudaranya sendiri, lantaran tingkahnya yang terbilang amat candu dengan game online, dan cenderung tidak wajar.

“Kecanduan game online dan itu juga yang dibenarkan oleh kedua kakaknya, bahkan pelaku ini sudah tidak dianggap sebagai saudara oleh pihak keluarga, karna prilaku pelaku yang kecanduan game dan judi online sejak kecil,” ujarnya.

Niko juga membenarkan, jika perbuatan keji pelaku dilatar belakangi oleh kebutuhannya, yang mesti membenarkan power suply laptopnya seharga Rp180 ribu.

Selain bermain game, pelaku juga dikenal sebagai penjual akun berbagai game online. Biasanya untuk satu akun dijual mulai dari harga 500 ribu hingga 3 juta rupiah. Atas perbuatan ini pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat 3, Subsider 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” tandasnya. (ogi/b/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *