Kostrad Gencarkan Nasionalisme Lewat LDKS

by -
SERIUS: Anggota Yonkes 1 Kostrad memberi materi saat LDKS siswa Madrasah Aliyah Al-Hikmah, Desa Tajur, Kelurahan Citeureup, Ka- bupaten Bogor.

METROPOLITAN – Memberikan pemahaman tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, merupakan satu dari sekian banyak alasan, digelarnya Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), kepada siswa Madrasah Aliyah Al-Hikmah, Desa Tajur, Kelurahan Citeurep, Kabupaten Bogor.

LDKS yang digelar selama dua hari sejak Jumat (08/11) hingga Sabtu (09/11), di Mayonkes 1/1 Kostrad Ciluar, Bogor Utara, Kota Bogor, juga diwarnai dengan beragam materi kepemimpinan, sebagai bekal bagi puluhan siswa saat terjun ke tengah masyarakat di masa mendatang.

Pasi Intel Yonkes 1 Kostrad Kapten Kapten Ckm Abdul Malik Zen menerangkan, sejatinya pendidikan dan pemahaman tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, mutlak diperlukan bagi para pelajar dan generasi muda. Terlebih pada era modern dan digital seperti saat ini.

“Tentu sangat diperlukan. Apalagi bagi adik-adik pelajar, yang memang secara sikologis berada dalam tahap mencari jati diri. Apalagi dengan kecanggihan teknologi seperti saat ini. Dimana informasi dengan mudah bisa didapatkan, ini kan tentu sangat rawan,” katanya kepada awak media.

Tak hanya pemahaman tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, kepemimpinan juga dinilai tak kalah penting bagi siswa. Menurutnya, kepemimpinan adalah hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Setiap individu dilahirkan untuk menjadi pemimpin, mulai dari lingkup yang terkecil yaitu memimpin diri sendiri (pribadi) sampai memimpin suatu kelompok (sekumpulan orang). “Oleh sebab itu, pelatihan kepemimpinan sangat dianjurkan untuk terus diadakan, guna memupuk jiwa kepemimpinan kepada setiap individu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan itupun turut diisi dengan berbagai macam acara baik teori, maupun yang bersifat langsung atau mengaplikasikan dalam kehidupan nyata.

“Intinya kegiatan ini lebih kepada penanaman nilai Nasionalisme, sekaligus pemberian modal atau bekal bagi para siswa. Sekaligus sebagai upaya penekanan radikalise di kalangan pelajar,” tutupnya. (ogi/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *