Lulusan IBI Kesatuan Siap Hadapi Era Society 5.0

by -148 views
DIWISUDA: Salah seorang mahasiswi IBI Kesatuan saat menjalani proses wisuda di Puri Begawan, akhir pekan lalu.

METROPOLITAN – Bagi lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi melaksanakan wisuda merupakan hal biasa. Tanpa kecuali dengan kampus Insitut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan pada akhir pekan lalu melaksanakan wisuda di Puri Bengawan. Sekitar 638 mahasiswa menjalani prosesi wisuda dengan tema mewujudkan sarjana dan ahli madya yang mampu menghadapi tantangan dunia kerja di era society 5.0. Berbeda dengan wisuda sebelumnya, kali ini perdana dengan sebutan baru IBI Kesatuan.

Ketua Pengurus Yayasan Kesatuan, Profesor Meggy T Suhartono, mengatakan, wisuda kali ini tidak hanya sekedar seremonial. Tapi juga sebagai momen bersejarah karena wisuda kali ini untuk pertama kalinya sebutan Insitut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan disematkan pada berbagai atribut yang ada.

“Sejarah, tonggak awal untuk lebih berkembang dan maju. Sejak Agustus adanya perubahan nama. Momen penting sebagai milestone baru dalam kemajuan lembaga pendidikan di masa mendatang,” katanya.

Meggy juga menuturkan, perubahan nama merupakan prestasi sekaligus sejarah, kiprah Kesatuan di dunia pendidikan lebih terasa serta mampu mencerdaskan bangsa. Meggy berharap IBI tak puas, terus membenahi dan mempersiapkan akreditasi pada dua tahun mendatang. Sementara itu, Rektor IBI Kesatuan, Iriyadi menambahkan, perkembangan TIK saat ini mengarah pada society 5.0, yakni era masyarakat yang berpusat pada manusia.

Lulusan IBI Kesatuan, kata dia, harus mampu menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalu sistem yang mengintegrasikan ruang maya dan fisik.

“Di era society 5.0 ini, bukan lagi modal tapi data yang hubungkan dan bisa menggerakkan segalanya. Bisa mengisi kesenjangan kaya dan kurang beruntung. Tetap terus mengup date teknologi,” ungkap Iriyadi.

Untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berubah cepat, kemampuan menguasai segala hal, termasuk sosial dan teknologi, terbentuk SDM adaptif. Tidak hanya memiliki kemampuan akademik saja, tapi mampu menyeimbangkan berbagai hal, baik itu komunikasi, sosial, cepat menyerap informasi secara ril tanpa batas ruang dan waktu. Lulusan dari IBI Kesatuan juga harus memiliki kemampuan lain, seperti analisis data, inovatif dalam proses bisnis.

Untuk menghasilkan sarjana dan ahli madya, kampus IBI Kesatuan akan terus mencari dan menerapkan hal baru, termasuk meningkatkan kemampuan dosen.

“Kami juga akan meningkatkan kualitas dengan membuka kerja sama berbagai kalangan baik dari dunia pendidikan serta lainnya,” ujarnya. .

Sementara itu, sejak melakukan wisuda hingga saat ini, persentase keterserapan alumni di dunia kerja terus mengalami peningkatan. Dari data CDC IBI Kesatuan rata-rata masa tunggu mendapatkan pekerjaan sekitar 2,4 bulan. Dari 638, lulusan sarjana sebanyak 472 mahasiswa dan ahli madya diploma ada 166 mahasiswa dengan nilai IPK tertinggi dari sarjana 3,68 dan ahli madya 3,89. (*/els)

Loading...