Membusuk Seminggu, Tewas Diracun

by -16K views
EVAKUASI: Mayat tanpa identitas yang dibuang dalam koper tengah dievakuasi petugas dibantu warga sekitar

METROPOLITAN – Dibalik penyelidikan kasus mayat laki-laki tanpa identitas yang berada di dalam koper menyisakan fakta mengejutkan. Jenazah diduga sudah dibuang satu minggu sejak kematiannya. Penyebab korban tewas pun salah satunya ditenggarai karena korban di racun.

Jenazah sendiri saat ini masih dilakukan autopsi di RS Kramat Jati. Kondisi korban yang ditemukan warga di Kampung Teluk Waru, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor itu sudah membusuk dan sulit dikenali. “Diperkirakan sudah lebih dari lima sampai tujuh hari, perkiraan forensik dari sidik jari sudah hancur,” kata Kapolres Bogor, AKBP Mohammad Joni.

Meski begitu, Joni memastikan mayat yang ditemukan di dalam koper biru tersebut akibat dibunuh. Hingga kini, pihaknya belum mengetahui kepastian lokasi korban dibunuh. “Kita belum mengetahui apakah korban dibunuh di TKP atau di daerah lain, masih diselidiki. Kita saat ini fokus pada identitas korban dulu baru motif dan lain-lain,” ucap dia.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan forensik, korban tewas akibat terkena benturan benda tumpul di bagian belakang kepala korban. “Lukanya tidak diluar melainkan di dalam, ada juga beberapa luka lain yang ditemukan tetapi luka lama bukan luka yang mengakibatkan korban meninggal melainkan luka lama bekas jahitan operasi dan lain-lain,” imbuhnya.

Selain luka benda tumpul, ditemukan luka lebam dibawa bibir korban yang mengindikasikan korban mendapat penyekapan. Namun, lebih pastinya polisi akan terlebih dulu mencari identitas korban dan kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku sehingga bisa diketahui motif pembunuhan.

“Sementara kita sedang melakukan penyelidikan terkait identitas korban, karena dari hasil forensik tersebut ada beberapa mortem yang diambil dari sidik jari itu sudah dalam keadaan hancur, sehingga kita akan mencari ciri-ciri yang lain untuk mendapatkan identitas korban tersebut termasuk dari rambut gigi dan hasil DNA-nya,” ujar Joni.

Disisi lain, fakta mengejutkan datang dari Kepala Instalasi Forensik RS Polri, Kombes Edy Purnomo. Dirinya menyebut dugaan korban pembunuhan yang mayatnya dimasukkan dalam koper di Bogor itu akibat diracun.

“Iya kita sudah pemeriksaan, pengambilan sampel DNA. Proses identifikasi post mortem semua sudah diambilkan termasuk pengambilan sampel cairan urine, cairan dari mulut semua pengambilan sampel sudah diambilkan dari mulut. Kemungkinan toksikologi ya, keracunan. Tapi kita lihat nanti apa ada indikasi ke sana atau tidak,” kata Edy.

Korban diduga juga dibekap. Edy menyebut kemungkinan korban diracun setelah dibekap lalu dimasukkan ke dalam koper. “Iya kan bisa aja dibekap gitu terus diracun,” ucapnya. “Yang jelas kita melengkapi semua pemeriksaan. Ibarat kata sapu jagat, semua ditelusuri, kalau penyidiknya bilang ada proses keracunan nah itu kita dalami racunnya apa, kalau ga ada ya kita berhenti,” tutup Edy.(ayo/dtk/rez)