Miris! 287.627 Balita Bogor Menderita Stunting

by -12 views

METROPOLITAN – Dibalik peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 memunculkan fakta mengejutkan. Tercatat, ada sebanyak 287.627 balita yang menderita stunting atau gagal tumbuh. Jumlah ini tersebar di Kabupaten dan Kota Bogor.

Data yang dihimpun, dari 287.627 balita yang menderita stunting terdiri dari 282.627 balita asal Kabupaten Bogor dan 5.000 balita asal Kota Bogor. Sementara, jumlah balita yang ada di Kabupaten Bogor mencapai 859.501 jiwa dan Kota Bogor mencapai 100.000 balita.

Kepala Dinas Kesehatan, Mike Kaltarina, mengatakan jumlah ini sebagai refleksi pada peringatan HKN ke-55 di Kabupaten Bogor. Peringatan dijanjikan menjadi momentum penanganan stunting secara intensif. “Untuk jumlah penderitanya pada 2019 belum terlihat, karena pada Desember nanti kami baru akan mengevaluasi. Masih data hingga akhir 2018,” kata Mike.

Ia mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka stunting di Kabupaten Bogor. Di antaranya adalah program pemberian makanan tambahan (PMT) serta penyuluhan kepada masyarakat. “Pencegahannya yaitu memberikan makan asupan yang baik lewat PMT ini, dalam penyuluhannya dari balita lahir supaya tidak stunting, intinya dari mulai bayi sama remaja,” ujar Mike.

Sementara itu, Bunda Peduli Stunting Kota Bogor, Sari Devianti Andayana atau yang biasa dipanggil Yantie Rachim, mengaku sudah memiliki tim yang bisa digerakkan untuk memulai pencegahan dan penurunan stunting. Ia dan tim akan turun langsung ke lapangan mengedukasi masyarakat, terutama ibu-ibu untuk peduli dengan asupan gizi anak-anaknya. “Terjadinya stunting mungkin karena ketidaktahuan ibu dalam memberikan gizi makanan seimbang kepada anaknya. Terutama gizi bagi anak perempuan yang kelak akan menjadi ibu,” katanya.

Ia optimistis akan bisa menurunkan angka stunting di Kota Bogor. Mengingat pada 2017 lalu angka stunting di Kota Bogor ada di angka 27 persen yang kemudian turun menjadi 5 persen di 2018. Pasalnya, tim bunda peduli stunting ini akan lebih giat, fokus dan tepat sasaran dalam penyuluhan dan pembinaan ke masyarakat. “Tentunya kami akan dibantu dinas terkait dan tokoh masyarakat,” ujarnya.

Sebagai informasi, stunting adalah kondisi tubuh seseorang tumbuh lebih pendek dari postur ideal. Kondisi tersebut salah satunya disebabkan karena kekurangan gizi kronis sejak bayi. Secara nasional, Kementerian Kesehatan mengklaim telah menurunkan angka kasus stunting sekitar 10 persen dalam kurun lima tahun terakhir.

Hal itu diungkap Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto melalui pidatonya yang dibacakan oleh Mike Kaltarina saat peringatan HKN. “Meskipun dalam lima tahun terakhir angka stunting telah berhasil diturunkan hingga 10 persen, tetapi stunting masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi masyarakat,” katanya.(tem/rez)