Murid SDN Tegalpondoh di Tenjo Terpaksa Belajar Lesehan

by -
BUTUH BANTUAN: Kondisi SDN Tegalpondoh tidak layak digunakan kegiatan belajar mengajar. Atapnya bolong, sehingga rawan roboh (kiri). Puluhan murid terpaksa belajar lesehan agar KBM tetap berjalan

METROPOLITAN – Pascahujan deras disertai angin puting beliung, dua gedung SDN Tegalpondoh, Desa Singabangsa, Kecamatan Tenjo, yang rusak belum juga menerima bantuan. Siswa pun harus rela melaksanakan kegiatan belajar di luar ruang kelas beralaskan terpal. Bangunan sekolah yang setiap hari digunakan anak-anak melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar belum juga menerima bantuan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. “Dampak dari angin puting beliung pada beberapa hari lalu, menyebabkan atap dan plafon ruang kelas rusak parah. Tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar anak-anak,” kata Kepala SDN Tegalpondoh, Ade Arif Darmawan, kepada Metropolitan, kemarin.

Menurut dia, selain rumah warga dan pohon, hujan deras disertai angin kencang menporak-porandakan gedung sekolahnya. Namun demi kelancaran proses belajar, pihaknya memilih tetap melaksanakan kegiatan belajar di luar kelas. “Dinding bangunan ruang kelas mengalami keretakan yang cukup parah, sehingga sangat mengkhawatirkan keselamatan para siswa saat beraktivitas di sekolah,” kata Ade.

Kondisi ini sudah dilakukan sejak tiga hari lalu. Bangunan gedung kelas rusak pada bagiatan atap sehingga mengosongkan ruang kelas. Sebelum diterpa angin puting beliung. Ade menjelaskan, bangunan kelas ini sudah rapuh, namun masih aman digunakan untuk siswa belajar. Sekarang atap dan plafonnya rusak parah. “Sudah kami ajukan melalui musrenbang kecamatan, pengajuan perbaikan ruangan kelas dan ruangan untuk kantor guru. Tapi hingga saat ini belum ada bantuan perbaikan yang kami terima,” pungkasnya. (sir/c/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *