Nyamar Jadi Ojol, Teroris Medan Pernah Jadi YouTuber

by -

METROPOLITAN – Seorang pemuda melancarkan aksi bom bunuh diri di kantor Kepolisian Resor Kota Besar atau Polrestabes Medan. Dengan menggunakan jaket ojek online pelaku masuk tanpa ada pejgaan yang ketat. Insiden bom Medan ini menyebabkan enam orang terluka. Yakni empat orang anggota polisi, satu orang warga sipil, dan satu orang pekerja harian lepas.

Berdasarkan identitas yang beredar, terduga pelaku merupakan mahasiswa berinisial MRN, berusia 24 tahun. Kendati demikian, kepolisian belum membenarkan lantaran menunggu penyelidikan. “Saat ini Densus 88, Inafis lakukan laboratorium forensik untuk lakukan proses olah TKP untuk betul memastikan identitas pelaku,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (13/11) kemarin.

Pelaku tertangkap kamera beraksi dengan mengenakan jaket ojek online. Dedi menduga jaket ojol dipakai pelaku sebagai penyamaran. “Statusnya mahasiswa atau pelajar. Masih diuji,” kata dia.

Dari tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berhubungan dengan aksi pengeboman. Diantaranya, baterai 9 volt, plat besi metal, irisan kabel, switch on-off, dan sejumlah paku. “Paku dalam berbagai ukuran,” ucap dia.

Terduga pelaku memiliki akun YouTube dengan nama aslinya. Ia membuat akun di YouTube pada April 2011 dan telah memiliki 475 pelanggan (subscriber). Namun, hanya ada dua unggahan di akun milik dia ini. Salah satu unggahan berjudul “Jokowi Datangi Korban Banjir di Medan”. Video ini diunggah pada 2 Maret 2013. Kala itu, Jokowi masih Gubernur DKI Jakarta.

Dalam video ini, nampak sejumlah pemuda sedang memparodikan seseorang yang berperan sebagai Jokowi. Ceritanya, Jokowi dalam video itu sedang diwawancarai oleh wartawan yang ada di lokasi banjir. Dari penjelasan di deskripsi video tersebut, pelaku teror bom Medan ada di daftar tim kreatif.

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud Md menyebut masih ada satu terduga pelaku pengeboman di Mapolrestabes Medan yang melarikan diri. Pelaku masih dalam pengejaran.

“Penanganan soal bom yang saat ini sudah diketahui pasti korban jiwa ada satu pelaku bom bunuh diri, 4 aparat kita dari polisi dan satu dari orang biasa luka-luka. Yang satu bombernya lari dan masih pengejaran,” ujar Mahfud.

Mahfud mengimbau agar masyarakat tidak membagikan foto dari peristiwa pengeboman. Karena hal itulah yang diinginkan teroris untuk membentuk kesan Indonesia negara yang liar. “Jadi gini saya imbau kepada masyarakat nggak usah menshare atau bagi, sebar gambar-gambar yang mengerikan itu. Beritanya saja diulas lah. Gambarnya itu, aduh. Itu mengerikan. Dan itu yang dikehendaki oleh teroris agar itu tersebar hal seperti itu,” katanya.

“Kalau mau bahas materinya nggak apa, tapi kalau gambar seperti itu lalu dikomentari macam macam, itu mengerikan. Membuat kesan bangsa kita ini bangsa yang beringas dan bar bar. Nanti pasti akan diungkap,” ungkapnya. (dtk/mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *