Pembawa Anjing ke Masjid ternyata Pasien Dokter Jiwa

by -

METROPOLITAN – Dokter jiwa dari Rumah Sakit Marzuki Mahdi, Lahargo Kembaren, menjadi saksi dalam kasus anjing masuk masjid dengan terdakwa Suzethe Margaretha atau SM (52). Lahargo memastikan bahwa SM menderita penyakit Skizofrenia. Lahargo yang telah merawat SM sejak 2017 itu menyatakan bahwa kondisi pasiennya tersebut sebenarnya sudah membaik atau cenderung stabil. Namun, dia menyatakan SM harus tetap menjalani perawatan secara intensif. “Dengan catatan harus dirawat intensif dan minum obat teratur,” ucap Lahargo.

Laharjo menduga kondisi SM sedang tak stabil saat membawa anjingnya ke dalam Masjid Al Munawaroh pada 30 Juni 2019 lalu. Menurut dia, Skizofrenia bisa kambuh kapan saja dan penderitanya akan melakukan apa pun sesuai dengan apa yang ada dalam imajinasinya. “Jadi pada saat kejadian SM ke masjid membawa anjing dan memakai alas kaki, mendengar keterangannya terdakwa saya menyimpulkan lagi kambuh penyakitnya,” papar Laharjo.

Dalam pemeriksaan setelah kejadian itu, Lahargo mengatakan SM menceritakan ada yang membisikinya secara halusinasi kalau suaminya menikah. Bisikan itu membuat halusinasinya menjadi-jadi dan dia bergerak melakukan apapun yang diyakininya sesuai apa yang dihalusinasikan.

Andrinus Santoso, kakak SM, yang juga menjadi saksi, mengatakan adiknya mulai mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2010. Saat itu, SM kerap melakukan hal aneh, atau berbicara tidak nyambung dan terkadang emosinya tidak terkontrol. “Kadang suka teriak, kalau ngobrol suka aneh,” ujar Andrinus. (tem/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *