Pemerintah Harus Serius Tangani Jalur Tambang

by -26 views

METROPOLITAN – Anggota DPRD Jawa Barat angkat bicara soal protes pelajar akibat banyaknya kecelakaan di jalur Parungpanjang yang biasa dilewati trul tambang, belum lama ini. Perlu ada keseriusan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan menahun ini.

Anggota DPRD Jawa Barat H. Supono mengatakan, ada dua poin yang sempat dibahas untuk persoalan jalur truk tambang di Parungpanjang.

Pertama, jalur Parungpanjang – Bunar yang merupakan jalan provinsi akan diperbaiki dan ditingkatkan kapasitasnya.

Yang kedua, setelah jalan ditingkat dan diperbaiki, perlu ada pengawasan yang melekat. Karena sebaik apapun kondisi jalan, jika dilintasi truk bertonase tinggi seenaknya pasti akan cepat rusak.

Dari situ, muncul wacana untuk membuat satuan tugas (satgas) pengawas tambang.

“Pengawas tambang itu ada di pusat. Saya mengusulkan provinsi dengan kabupaten juga membentuk satgas sebagai kepanjangan tangan, agar bisa bergerak juga penegakan truk tambang itu,” kata Supono.

Baginya, pengawasan sangat penting untuk mengawasi tonase truk tambang. Sehingga, truk-truk ilegal maupun yang legal tidak seenaknya melintas dengan muatan berlebih.

“Harus ada pengawasan yang sangat melekat terkait tonase dan lainnya. Karena dampaknya banyak, mobilitas barang, jasa bahkan manusia terganggu,” ungkapnya.

Politisi PAN yang maju dari Dapil Kabupaten Bogor ini juga mendorong agar pemerintah Jawa Barat melakukan penanganan secara komprehensif. Jangan sampai, masyarakat yang selalu menjadi korban jalanan, seperti maraknya kecelakaan

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Permadi Dalung mengatakan, untuk persoalan jalur tambang, Tangerang sudah mengeluarkan jam tayang.

Jika Kabupaten Bogor ingin menerapkan juga, harus ada koordinasi denan Jawa Barat dan wilayah terkait agar tidak berantakan.

Di samping itu, dirinya juga mendorong agar pemerintah daerah segera merealisasikan kantung parkir di jalur tambang.

“Jam tayang Tangerang juga belum bisa memecah persoalan, karena masih ada antrian. Makanya perlu kantung parkir yang cukup agar tidak menumpuk,” ujar Dalung.

Selain itu, peningkatan ruas jalan juga bisa menjadi opsi lain di luar wacana jalur tambang. Bila perlu, jalan tersebut dinaikan statusnya menjadi jalan pusat agar penanganannya bisa cepat teratasi.

“Kalau wacana jalur tambang kan itu masih lama, yang segera itu kantung parkir dab peningkatan kualitas jalan. Kalau perlu dinaikan statusnya jadi jalan pisat,” pungkasnya. (fin/py)