Pesan Makan via HP, Terinspirasi Sekolah di Jepang

by -42 views
HEBAT: Mahasiswa IPB Ilham bersama timnya membuat aplikasi Kantin Lahap untuk memesan makanan.

METROPOLITAN – Milenial asal Bogor, Ilham Maulidin (22) mendirikan startup Kantin Lahap sebagai revolusi kantin digital di sekolah dan kampus berbasis aplikasi. Ilham bercerita baik di kantin sekolah ataupun kampus, sistem pengelolaannya masih konvensional sehingga menyebabkan antrean saat masuk jam makan.

Oleh karena itu, lewat aplikasi Kantin Lahap yang diciptakan bisa memotong waktu memesan makanan menjadi lebih singkat. “Kami mencoba untuk merevolusi kantin yang masih konvensional menjadi lebih modern, lebih bisa diakses dengan mudah lewat aplikasi,” kata mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian IPB ini.

Siswa atau mahasiswa bisa memesan makanan lewat aplikasi tanpa harus pergi ke kantin. Mereka bisa memesan untuk waktu yang ditentukan sendiri, misal untuk sarapan pagi besok atau makan siang dengan setting waktu pengambilan sendiri. “Orang pesan pakai aplikasi bisa menentukan waktu kapan jam persisnya akan diambil. Semisal jam 9.15 atau jam 14.10 juga bisa diambil,” jelasnya.

Dengan aplikasi tersebut, pengguna hanya perlu ke kantin untuk ambil pesanan dan makan tanpa perlu mengantre lagi. Aplikasi Kantin Lahap ini hanya bisa diakses oleh siswa dan mahasiswa di sekolahnya masing-masing menggunakan akun database sekolah/kampus. “Nanti di aplikasi akan dinotice pesanan sedang dibuat atau pesanan sudah jadi,” ucap Ilham.

Terkait pembayaran, dilakukan melalui online payment via aplikasi, transfer bank, dan cash on delivery (COD) ke penjual di kantin langsung. Siswa atau mahasiswa juga bisa memesan makanan di kantin langsung lewat apkikasi dengan scan QR code yang disediakan di tiap-tiap meja makan.

Selain bisa memesan lewat aplikasi, Kantin Lahap ini hanya menyediakan menu gizi seimbang, seperti salad, buah, protein, dan lainnya. “Di aplikasi sudah ada bentuk paket makanannya, jadi bukan customized, karena kalau customized kita nggak bisa memastikan kalau pelanggan itu gizinya seimbang,” jelas dia.

Kendati lewat aplikasi, Ilham menjamin harga yang ditawarkan tidak terlampau jauh dengan harga di kantin biasa. Penambahan harga hanya dikenakan Rp1.000 saja jika pelanggan menggunakan jasa pengantaran, apabila order lebih dari Rp50.000 bisa dapat free ongkos pengiriman. Sementara ini, Kantin Lahap masih mendigitalkan kantin orang lain, dimana menu makanan di kantin tersebut dimasukkan ke dalam aplikasi.

Ke depan, ia sudah bekerja sama dengan Pemkot Bogor untuk membuat kantin sendiri, lengkap dengan produk dan ruang produksi di seluruh SMA di Kota Bogor. “Target bisnis kita masih SMA dan kampus. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan Green Corner IPB,” kata Ilham.

Ide membuat aplikasi Kantin Lahap ini ia dapatkan karena terinspirasi dari pengelolaan kantin di Jepang. “Saya pernah school visit SD di Jepang, punya pengelolaan kantin yang sangat higenis dan teratur. Sebagian besar menunya bergizi seimbang. Kemudian saya berpikir di Indonesia ini nggak ada. Di Jepang kantin seperti ini diatur oleh pihak sekolah, kenapa di Indonesia nggak kita atur sendiri tapi dengan konsep seperti Kantin Lahap ini,” papar Ilham.

Aplikasi Kantin Lahap baru resmi diluncurkan pada September 2019 kemarin. Ilham berharap, lewat startup yang didirikan bersama timnya, kedepan bisa lebih menyuguhkan lagi inovasi produk yang berkualitas, kompetitif, dan tepat guna. “Kita juga ingin manfaat bisnis enggak hanya ekspansi mitra tapi ke masyarakat luas karena Kantin Lahap ini tidak hanya profit oriented saja tapi bisa merubah pola konsumsi anak muda menjadi lebih seimbang dan sehat,” katanya. (tib/els)

Loading...