PKL Keukeuh ogah Direlokasi

by -143 views
POLEMIK: Puluhan PKL masih nekat berjualan di sepanjang Jalan Dewi Sartika, tepatnya di belakang Taman Topi Bogor. Rencananya mereka direlokasi ke Pasar Kebonkembang Blok A.

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan bahwa revitalisasi Taman Topi jadi taman kota Ruang Terbuka Hijau (RTH) akan segera dilakukan tahun depan. Sejalan dengan itu, Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada ditrotoar Jalan Dewi Sartika Taman Topi juga harus ‘angkat kaki’. Namun rencana relokasi ke Pasar Kebonkembang masih ditentang para pedagang,

Padahal, Pemkot Bogor mendeadline para pedagang yang terdiri dari PKL sepatu, makanan hingga elektronik itu, harus steril dari trotoar pada akhir Desember. Pemkot berencana memindahkan PKL ke Blok A B dan CD Pasar Anyar. Para pedagang ogah pindah lantaran masuk ke dalam gedung sama saja mematikan usaha mereka

“Kami masih menolak relokasi kesana. Sejak bulan-bulan lalu sudah sosialisasi, bahkan 31 Oktober lalu batas pendaftaran. Tapi dari 220 pedagang, termasuk tukang kembang, belum ada yang daftar. Ini kan sebetulnya menolak secara halus. Teman-teman tahu nanti bakal sepi pengunjung,” kata Paguyuban PKL Taman Topi, Sanusi, kepada Metropolitan, kemarin.

Ia pun berkaca pada relokasi eks PKL bahu Jalan Dewi Sartika yang dipindah ke Jalan Nyi Raja Permas, sekarang malah lebih dari 60 persen gulung tikar lantaran sepi pengunjung pasca-direlokasi. Sanusi dan pedagang lain justru menyayangkan Pemkot Bogor yang seakan tutup mata kepada upaya para PKL yang membuat rapih lokasi berjualan.

“Swadaya kami bangun, setelah rapih pemkot malah mau relokasi, kenapa nggak diberdayakan saja yang sekarang. Toh kalau pun dipungut retirbusi untuk PAD, alasannya kan itu, ya kami nggak keberatan,” tukasnya.

Upaya para PKL juga seakan berjalan sendirian. Surat audiensi kepada Komisi II DPRD Kota Bogor yang dilayangkan paguyuban pun hingga kini belum berujung pertemuan. Sedangkan, bulan depan mereka sudah harus pindah dan wilayah tersebut steril dari PKL.

“Kami siap kalau disini dengan retribusi, itu kami upaya berkontrubusi untuk kota. Produk lokal tetap lestari. Tapi kan alasan Perda, kami nggak boleh. Tapi ditata nggak bisa,” ketusnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bogor Anas Rasmana menyebut, beragam upaya sudah dilakukan agar para PKL mau pindah ke Blok A-B atau C-D Pasar Kebonkembang yang dikelola PD Pasar Pakuan Jaya bersama investor. Selain itu, upaya relokasi pun semakin gencar lantaran hari ini (15/11), beberapa dinas terkait bakal mengadakan rapat terkait upaya penertiban PKL Dewi Sartika Tamantopi.

“Ada 188 eksisting PKL. Kami sudah layangkan surat pemberitahuan ketiga bahwa trotoar itu harus steril dan mereka relokasi ke tempat yang lebih layak. Kan tahun depan Tamantopi sudah mulai direvitalisasi dan itu bakal ditutup seng. Ya lebih baik pindah,” terang Anas saat ditemui Metropolitan di ruangannya, kemarin (14/11).

Pertemuan hari ini (15/11), kata dia, bakal menentukan berbagai upaya yang akan ditempuh pemkot demi mensterilkan Jalan Dewi Sartika dan menata para PKL. Anas menyebut, berbagai kemudahan sudah diupayakan melalui sosialisasi.

Misalnya uang masuk yang hanya Rp500 ribu, sembari mengurus KUR pada 2020. selain itu, PKL juga dijanjikan bebas pungutan sebelum adanya kartu kuning, bahkan ada upaya memfasiliitasi para PKL yang membutuhkan modal.

“Yang penting masuk dulu, sambil urus adminsitrasi di pasar. Kami kan mau membuat jalan itu seperti semestinya, rapih. Itu juga kan mau ditata Taman Topi-nya. PKL relokasi juga diberi banyak kemudahan, naik ‘kelas’ pula dengan ada di kios. Mereka belum banyak yang daftar mungkin ‘patunggu-tunggu’ ya. Kalau sebagaian mau, pasti yang lainnya ikut. Artinya nggak usah khawatir nggak laku. Kami upayakan agar pasar di semua Blok bisa ramai,” tuntas Anas. (ryn/c/yok/py)

Loading...