PKS Rampung, Pemkab Siap Kebut Rest Area

by -37 views

METROPOLITAN – Kelanjutan Rest Area Puncak di Kecamatan Cisarua, akhirnya menemukan titik terang. Setelah tersendat selama dua tahun karena tidak ada kata setuju didalam Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), PT. Perkebunan Nusantara (PTPN), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Ditjen Cipta Karya.

PKS ini merupakan turunan MoU yang sudah ditandatangani Mei 2019 yang berisikan tentang tugas masing-masing dalam pembangunan Rest Area Puncak dan pembagian hasil retribusi. Terlebih, banyak pihak menaruh harapan terhadap percepatan pembangunan rest area di luar toll yang pertama kali ada di negeri ini.

“Alhamdulillah, semua sudah selesai. Sekarang pemerintah daerah akan lanjut ke tahap berikutnya,” kata Kepala Bagian Kerjasama di Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Budi CW, saat ditemui wartawan koran ini, kemarin.

Saat ini, kata dia, pembangunan baru tahap perataan tanah yang dilakukan Ditjen Bina Marga. Pengerjaan ini diperkirakan akan rampung akhir tahun ini.

“Kalau semua sudah rata, maka inas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor, akan melanjutkan pembangunan kios untuk 516 pedagang yang sudah digusur sejak 2017,” bebernya.

Pemerintah Kabupaten Bogor pun bakal menggelontorkan Rp18 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), untuk pembangunan kios tersebut. Hal ini dikatakan, Kepala Disperdagin Kabupaten Bogor, Nuradi.

“Ada 516 kios. 100 kiosnya itu adalah kios basah seperti warung makan gitu, sisanya kios oleh-oleh yang merupakan produk UMKM,” ujarnya.

Anggaran yang dibutuhkan, menurut Nuradi, bertambah dari sebelumnya. Awalnya, pemerintah membutuhkan Rp15 miliar untuk membangun 416 kios, namun, karena ada tambahan 100 kios, anggaran pun ikut bertambah.

“Jadi sekitar Rp18 miliar. Itu akan dianggarkan di APBD 2020,” ungkapnya.

Untuk kesiapannya, Nuradi mengklaim lahan yang digunakan sudah semuanya dibebaskan. Bahkan, ditahun depan cut and fill ditargetkan selesai bersamaan dengan pelaksanaan lelang proyek.

“Kita targetkan pembangunan 516 kios tersebut selesai selama 8 bulan. Cut and fill bisa berjalan simultan dengan lelang,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, mengatakan, proyek pembangunan melibatkan tiga instansi yakni Dirjen Bina Marga dan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPERA) serta Pemkab Bogor.

“Untuk pembangunan fisik nya mereka membantu sekitar Rp72 miliar, tapi untuk kios sebanyak 516 itu dari pemerintah daerah yaitu Kabupaten Bogor,” katanya

Burhan menjelaskan, Dirjen Cipta Karya ini hanya membangun sarananya, mulai dari jalan, Taman, masjid, dan lain sebagainya.

“Pemerintah tadi meminta tender ini diawalkan, supaya bisa mengimbangi dari kementerian. Mudah-mudahan tahun 2021 itu sudah bisa diresmikan,” tandasnya.(dil/c/yok/py)