Proyek Jalan Warungjata-Ciparigi Membahayakan

by -
BAHAYA: Proyek pengerjaan dan pelebaran Jalan Warungjata-Ciparigi, Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, dinilai membahayakan karena banyak kerikil. Proyek ini terhenti sejak tiga hari.

METROPOLITAN – Proyek pengerjaan dan pelebaran Jalan Warungjata-Ciparigi, Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin berhenti. Warga dan anak sekolah terancam bahaya. Selain menimbulkan debu, banyaknya bebatuan kecil itu menjadi alasan warga sekitar menjadi resah.

Dari papan proyek yang terpajang diketahui, peningkatan ruas jalan tersebut dikerjaan CV Damai Bersama dengan nilai kontrak sekitar Rp5 miliar. Proyek ini diawasi PT Kriyasa Abdi Nusantara dengan lama pekerjaan selama 120 hari. Menurut Ketua RT setempat, Daus, proyek pengerjaan jalan dimulai sejak Agustus 2019 lalu, berasal dari anggaran APBD Kabupaten Bogor hingga kini belum juga rampung. Diketahui proyek pengerjaan dan pelebaran jalan yang dibiayai anggaran APBD Kabupaten Bogor itu, sudah tiga hari tidak ada aktivitas lpengerjaan jalan oleh penyedia jasa proyek tersebut.

“Kalau dilihat dari target pengerjaan itu selama tiga bulan. Sekarang sudah melebih hari dari targetnya. Banyaknya, kerikil batu-batu kecil bekas urugan, bisa membahayakan warga dan anak-anak sekolah yang sedang melintasi jalan, “ungkapnya.

Daus menambahkan, Jalan Warungjata-Ciparigi ini aktif dilintasi kendaraan baik sepeda motor atau kendaraan roda empat. Selain berdebu, banyaknya kerikil batu kecil-kecil banyaknya kendaraan melintas bisa terpental. “Kalau sekarang berhenti pekerjaanya saya tidak begitu mengetahui, apakah pulang kampung para pekerjaannya karena diliburkan. Sekarang tidak ada kejelasannya. Yang saya tahu itu rencananya akan dihotmiks,” terangnya kepada Metropolitan.

Terpisah, staf Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Rumpin, Nurul Ahkyar, mengatakan, pemerintah kecamatan sudah memanggil dari UPT Dinas PUPR Kabupaten Bogor soal tidak adanya aktivitas pelaksa jalan tersebut. “Kecamatan sudah memanggil dari UPT Dinas PUPR, tadi sudah datang perwakilan dari UPT Dinas PUPRnya, pak Oman bersama konsultannya, tadi siang sudah ke kecamatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bogor Subiantoro mengaku akan mengecek ke lokasi. “Akan kami cek langsung,” singkatnya. (sir/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *