Rommy Siap Jadi ‘Khadam’ Kiai

by -640 views
BERBAGI: PCNU Kota Bogor foto bersama usai menggelar santunan kepada anak yatim, beberapa waktu lalu

METROPOLITAN – Jelang satu abad Nahdlatul ‘Ulama pada 2026 nanti,Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) harus siap menghadapi berbagai tantangan dari dalam negeri maupun luar. Tidak lagi hanya mengurusi masalah furu’iyah saja, tapi juga memajukan jamaah dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Sebagai mantan Ketua GP Ansor Kota Bogor, Rommy Prasetya, punya visi kedepan dalam membangun kedepan jika dipercaya jadi Ketua PCNU Kota Bogor.

Ia mengatakan, dalam peran sebagai ormas Islam terbesar di dunia, harus berkontribusi, terutama dalam menjaga keutuhan NKRI dan perdamaian dunia. Demi mencapai tujuan besar itu dibutuhkan peran ulama dan penggerak yang siap berkhidmat di NU, yang dalam hal ini kolaborasi syuriah dan tanfidziyah.

“Dalam sejarahnya, Presiden Hoopd Bestuur Nahdlatoel Oelama, sekarang istilahnya Ketua Umum PBN, Mahfudz Shiddiq, syuriyah berarti ruh. Sedangkan tanfidziyah jasad atau jasmani. Kedua kelompok ini tidak boleh terpisah dari NU. Ini berarti ada perpaduan antara keduanya. Tanfidziyah harus siap bekerja, berkhidmat, dan fatsun kepada syuriah,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Berkaca paada Ketua Umum PBNU pertama Hasan Gipo, disebut menjadi bukti bahwa ketua tahfidz yang dari kalangan aktivis dan pengusaha yang siap melaksanakan segala titah dan petunjuk ulama.

Ia melanjutkan, pada periode Hasan Gipo, selain menggiatkan bidang pendidikan, NU sangat peduli dengan usaha pengembangan ekonomi dengan membentuk berbagai syirkah.

“Usaha impor sepeda dari Eropa dirintis sejak tahun 1935, karena untuk mencukupi kebutuhan pasar dalam negeri, dan tentunya sangat dibutuhkan sebagai sarana transportasi warga NU dalam mengembangkan jamiyah. Kini Pengurus atau Tanfidz NU selain berlatar belakang pesantren, juga butuh profesional, aktivis dan muharrik yang siap berkhidmat di NU,” ujarnya.

Ia pun percaya diri, menjadi sosok yang memungkinkan untuk mengambil peran sebagai nahkoda PCNU Kota Bogor, dengan latar belakang santri, aktivis di Banom NU, sudah melalui pengkaderan, serta sudah membuktikan kiprahnya untuk NU. “Prinsipnya saya siap, dengan visi menjadi ‘khadam’ kiai,” tuntas Rommy. (ryn/c/yok)