Rp183 Miliar Bukan untuk Sewa Piring tapi Total Anggaran Setda

by -211 views

METROPOLITAN – Untuk memastikan program sesuai dengan perencanaan, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor telah melewati masa ekspose Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2020, dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Senin (11/11).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, menyebutkan, didalam ekspose RAPBD yang dibahas bersama Badan Anggaran (Banggar) pihaknya memang mengajukan anggaran Rp183 Miliar untuk berbagai kegiatan. Salah satunya yakni untuk pemekaran Kabupaten Bogor Barat Rp40 Miliar, Rp52 miliar belanja tidak langsung terdiri dari gaji, tunjangan, revitalisasi Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kabupaten Bogor. “Kita tidak ada sewa piring. Adanya untuk jamuan tamu yang tidak teragendakan,” kata Burhanudin kepada Metropolitan, saat ditemui di Kantor Bupati di Cibinong, kemarin.

Senada dengan Bupati Bogor Ade Yasin, menurutnya anggaran persiapan DOB Bogor Barat, merupakan pos anggaran yang harus dipastikan tetap ada di RAPBD. Sebab, selain sudah mendapatkan surat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menganggarkan persiapan pemekaran DOB Bogor Barat. “Kalau tidak menyiapkan, nanti ditanyakan, mana keseriusannya,” jelas Ade Yasin.

Dengan membawahi 40 Kecamatan dan sembilan bagian di Setda, wanita yang akrab disapa AY itu menilai angka Rp183 miliar adalah angka yang wajar untuk diajukan. Didalam RAPBD 2020 yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, AY menambahkan, sinkronisasi anggaran antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dengan keinginan pemerintah pusat, juga dilakukan. “Agar selain untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Bogor, kami juga mau menjalankan keinginan pusat,” kata dia.

Sementara itu, anggota Banggar DPRD Kabupaten Bogor Usep Supratman menjelaskan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi ke Sekda Kabupaten Bogor soal pengajuan anggaran Rp183 miliar dalam ekspose yang dilaksanakannya. Menurutnya anggaran yang diajukan tersebut terbilang wajar lantaran banyak kegiatan yang dilakukan Setda dalam setahun kedepan. “Termasuk untuk biaya pemekaran masuk ke dalam pos anggaran Setda, begitu juga dengan revitalisasi gedung Pusdai ada disitu,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengklarifikasi ramainya berita anggaran sewa piring Setda dalam Rancangan APBD 2020 Kabupaten Bogor yang disebut mencapai Rp183 miliar.

Menurut Rudy, ada kekeliruan atau mispersepsi dalam pemberitaan yang beredar. Pemberitaan itu kemudian dikutip kembali media lain tanpa konfirmasi ke dirinya. Anggaran Rp183 miliar yang dimaksud adalah total pagu anggaran untuk Setda. Di dalamnya, ada alokasi anggaran untuk sewa piring yang besarnya mencapai Rp52 juta.

“Intinya Saya mengklarifikasi bahwa tidak ada pernyataan saya soal anggaran beli piring sampai Rp183 miliar. Yang benar adalah Pagu anggaran Setda Rp183 miliar. Karena di dalamnya juga ada anggaran untuk pembelian lahan ibu kota DOB Bogor Barat,” terang Rudy, Senin (11/11).

Rudy menjelaskan, saat media menanyakan soal anggaran yang janggal l, dirinya hanya menekankan agar pemerintah daerah (pemda) lebih selektif lagi. Baginya, dari pada menyewa hingga Rp50 juta lebih setiap tahunnya, lebih baik pemda membelinya agar nilai manfaatnya lebih lama.

“Saya menjawab bukan janggal, tapi harus lebih selektif lagi. Contoh sewa mangkok atau piring yang lebih dari Rp50 jutaan. Ada juga sewa kursi, tenda dan lain-lain. Bukan hanya di Setda tetapi dinas lainnya juga. Kenapa kok tidak beli saja supaya dapat dimanfaatkan lebih lama dan menjadi aset pemda,” ungkapnya. (dil/c/mam)

Loading...