Rumah Tanggaku Diselimuti Tangisan (2)

by -111 views

METROPOLITAN – Untuk menutupi kekurangan finansial yang kami alami, tak jarang aku disuruh berutang oleh suamiku. Lima tahun kehidupan rumah tanggaku dihiasi perselingkuhan sua­miku. Bahkan, suamiku terkadang membawa pulang foto-foto di kamar hotel dengan wanita simpanannya.

Hatiku hancur. Sering juga jika kami bertengkar tapi yang aku dapat malah tamparan. Tak bisa aku per­cayai lagi suamiku. Tidak terhitung sudah berapa kali aku menangis menumpahkan air mata.

Sampai akhirnya di tahun kelima aku meminta cerai. Tapi yang aku heran suamiku tidak mau ceraikan aku. Mmungkin sudah puluhan kali aku memohon cerai, tapi suamiku tetap tidak mau men­ceraikanku.

Aku sungguh menyesal me­nikah dengan suamiku. Yang aku rasakan aku tak bisa men­cintai suamiku lagi. Kadang dendamku membara, tapi aku coba jalani hidup dengan melihat anak sebagai pem­beri semangat. Dua anakku pintar dan selalu dapat ranking di sekolahnya.

Pada Sabtu, 30 Juni 2012 keponakan pemuda yang dulu dijodohkan denganku disunat. Aku datang ke re­sepsi itu. Di sana aku ketemu seluruh keluarganya. Aku ditarik oleh ayahnya, kami ngobrol, pemuda yang dulu dijodohkan denganku, sebut saja Yas, juga mendatangi mejaku kita saling berbagi kabar.

Ayah Yas berpesan untuk jangan memutuskan persau­daraan di antara kami. Hari itu kami berpisah dengan bertukar nomor HP. Dan ma­lamnya, Yas meneleponku yang mengungkapkan kerin­duan dan cinta tulusnya yang tak luntur walau aku tolak dulu. (bersambung)

Loading...