Selamat Tinggal Tato

by -221 views
BERUBAH:Taman Topi di Jalan Kapten Muslihat dalam waktu dekat akan diubah menjadi RTH dengan konsep alun-alun Kota Bogor.

METROPOLITAN – Tinggal kenangan. Begitu kira-kira kata yang pas untuk menggambarkan keberadaan Taman Topi (tato), Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah. Ruang publik dan arena bermain favorit anak-anak era 90’ dan 2000-an awal itu, akan segera disulap menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), menyusul selesainya masa kontrak PT Eksotika pada Januari 2020, serta adanya kucuran dana bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk pembangunan. Ada dua nama yang diusulkan mengganti nama taman ikonik itu.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengaku, pihaknya dengan dinas terkait telah mempersiapkan pembangunan alun-alun di lahan eks Taman Topi. Pembangunan akan mulai masuk setelah kontrak dengan PT Eksotika selesai. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan penataan lingkungan, mulai dari pembongkaran, penyesuaian desain dan penentuan ‘nama baru’ bagi arena bermain yang dibangun sejak 1975 itu.

“Sempat muncul usulan nama dari pak wali, yaitu Alun-Alun Kapten Muslihat, karena ada ikon patung Kapten Muslihat disitu. Kedua, dari Pemprov Jabar, yang memberikan bantuan dana, yakni nama Alun-Alun Dewi Sartika. Nah dua nama itu muncul, kami diskusikan dengan berbagai pihak, termasuk sejarawan dan budayawan. Mana yang pas,” katanya kepada Metropolitan, selepas pertemuan dengan Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) di Balai Kota Bogor, kemarin.

Ia menambahkan, pembangunan RTH baru di tengah kota itu akan menggunakan anggaran dari Pemprov Jabar sekitar Rp15 miliar pada tahun anggaran 2020, diatas lahan kurang lebih 1,7 hektare. Pembangunan itu juga diharapkan berbarengan dengan kelanjutan pembangunan Masjid Agung agar bisa terintegrasi secara langung. Meskipun, masih menunggu keputusan akhir kajian dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terkait hasil evaluasi teknis.

“Teknisnya nanti ada FGD (Forum Discussion Group, red) dengan menundang budayawan, sejarawan, pakar dan ahli, untuk kontribusi saran dan masukan. Apakah sebagaimana usulan dari pemprov dengan nama Alun-Alun Dewi Sartika, misalnya, atau dengan nama lain,” tandas Dedie.

Mantan petinggi KPK itu menambahkan, tahapannya akhir Desember ini akan melakukan normalisasi saliran air disepanjang Jalan Dewi Sartika dan Nyi Raja Permas, termasuk relokasi PKL yang ada diatas trotoarnya. Baru pada Januari, akan dimulai pembongkaran Taman Topi, termasuk jalannya dengan proses lelang dan pembangunan.

“Diharapkan sih akhir tahun 2020 pembangunan bisa selesai,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor Lorina Darmastuti menuturkan, dalam pembanguan Taman Topi, TABG bertugas dalam memberikan rekomendasi sesuai kebutuhan. Sebab, pembangunan Taman Topi menelan luasan sekitar 10.000 meter.

“Sesuai aturan, kami dilibatkan dalam rencana pembangunan yang luasanya lebih dari 10.000 meter, lalu bangunan umum, khusus dan publik. Kami akan rekomendasi, struktiur harusnya seperti apa. Nah ini berjalan nanti saat sebelum pembangunan,” tuntas wanita berkacamata itu. (ryn/c/yok/py)