Tanah Bergerak Lima Rumah Direlokasi

by -48 views
PEMERIKSAAN: Petugas memeriksa rumah warga di Kampung Babakansirna yang rusak akibat pergerakan tanah.

METROPOLITAN – SUKABUMI Pergerakan tanah yang membuat belasan rumah rusak di Kampung Babakan Sirna RT 03/06 Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi langsung ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman mengatakan, pihaknya akan segera melakukan upaya penanganan dan antisipasi terhadap rumah yang terdampak.

Hasil kesepakatan antara Pemerintahan Desa dan pihak Kecamatan bersama BPBD bahwa ada lima rumah ini harus segera direlokasi ke tempat yang aman,” ujar Eka, Kamis (28/11/2019).

Eka menilai, hal itu perlu segera dilakukan mengingat hari ini cuaca menjelang musim penghujan. Ia khawatir pergerakan tanah akan terus berlangsung dan mengancam hunian tiga rumah lainnya yang saat ini mengalami kerusakan cukup berat. Eka juga mengimbau warga tidak melakukan penebangan pohon-pohon keras

“Sementara untuk rumah yang terdampak lain, hasil pengecekan masih bisa dianggap aman kondisinya. Namun kita sudah sarankan untuk memperbaiki saluran air. Karena kita lihat saluran air di sepanjang jalan atau gang belum ada saluran air yang sesuai, sehingga kalau saluran air ini tidak sesuai atau di salurkan dengan benar tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pergerakan tanah atau longsoran longsoran kecil yang lain,” jelasnya.

Eka mengaku mendapat laporan adanya pergerakan tanah di Kampung Babakansirna tersebut sejak sepekan yang lalu, bahwa ada rumah warga yang roboh di kampung karena pergerakan tanah, dan pihaknya melakukan pengecekan beserta satgas BPBD Kabupaten Sukabumi.

“Setelah di cek ternyata memang betul ada dua keluarga yang sudah mengungsi, sementara tiga rumah masih bertahan. Insyaallah secepatnya kita akan lakukan langkah penanganan antisipasi,” tandas Eka.

Sebelumnya ada 15 rumah rusak. Kerusakan rata rata mengalami retak dinding dengan lebar sekitar 10 hingga 20 cm. Namun menurut petugas BPBD, sebagian masih aman untuk ditempati.

Tidak semuanya harus direlokasi. Beberapa rumah masih bisa ditempati,” tuturnya

Sihabudin, mengatakan kejadian pergerakan tanah di kampung tersebut berawal dari laporan warga pada Selasa pagi. Hal itu ditindaklanjuti dengan melakukan survey lokasi. Dari survey yang dilakukan Pemdes Limusnunggal dan pihak kecamatan Bantargadung, tak ada korban akibat bencana tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, warga masyarakat yang terdampak juga tidak ada yang mengungsi karena masih aman,” terangnya

Pergerakan tanah, kata Sihabudin, diduga akibat kemarau panjang yang masih melanda desa tersebut. Namun untuk memastikannya mesti ada penelitian.

“Pemerintah setempat menginginkan ada penelitian khusus, pergerakan tanah itu dampak dari apa. Hingga saat ini kita masih melakukan pendataan dari 15 rumah berapa jiwa yang terdampak,” tandasnya. (skb/feb)

Loading...