Tangguh! Tiga Tahun Azalea Kalika Dzahin Lawan Kanker

by -2.6K views
PRIHATIN: Balita asal Ciomas, Azalea, sejak lahir menderita kanker di mata hingga mengaburkan penglihatannya

METROPOLITAN – Pasrah. Hanya itu yang bisa dilakukan Cici Windasari, saat mengatahui buah hatinya mengidap kanker di kedua matanya. Wanita kelahiran Di rumah sederhana dengan cat hijau, di Kampung Ciomas, RT 02/03, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, menjadi saksi bisu perjuangan Azalea Kalika Dzahin melawan kanker di kedua bola matanya.

Wanita yang akrab disapa Cici itu bercerita tepat di hari kelahiran putri pertamanya 12 Desember 2016 silam, gadis mungilnya itu memang sudah mengalami kelainan pada kedua matanya. Pancaran lugu dari tatapan bayi suci, tak nampak pada Azalea Kalika Dzahin. Layaknya mata pada bayi kucing, adalah sedikit gambaran untuk kondisi Azalea merah kala itu. Bahkan, Azelea merah kala itu, direkomendasikan untuk langsung dioprasi tak lama waktu kelahirannya.

Mendengar buah hatinya mesti dioprasi, Cici tak tega dan memutuskan untuk menunggu Azalea genap berusia satu tahun. Alhasil, menginjak delapan bulan usia putri sulungnya, kondisi Azalea semakin memburuk. Matanya mulai memerah dan membengkak, membuat Cici pusing tujuh keliling. Obat tetes mata khusus balita, membawa Azalea berobat ke sejumlah rumah sakit ternama, sudah dilakukan pihak keluarga, demi kesembuhan gadis lugu tak berdosa ini.

CT Scan (Alat medis untuk mendiagnosis dan memonitor beragam kondisi kesehatan,red), pengambilan cairan otak dan sumsum Azalea, dilakukan tim medis demi menyembuhkan gadis lugu ini. Proses tidak akan membuahkan hasil, begitulah kiranya. Mata kiri Azalea pun mengicil, yang berujung pada oprasi pengangakatan sel kanker mata kiri Azalea. “Pas Azalea satu tahun, 23 Maret anak saya dioprasi mata kirinya, karna sudah mengempis,” ucap Cici sambil berlinang air mata.

Meski oprasi mata kiri berjalan mulus, Azalea mungil tetap harus menjalani kemoterapi (metode pengobatan pada kedokteran untuk membunuh sel kanker,red). Oprasi berjalan mulus, kemoterapi tak pernah putus, nasib buruk kembali melanda Azalea. Gadis kelahiran 12 Desember 2016 itu, mesti kehilangan penglihatannya pasca oprasi, lantaran sel kanker sudah menggerogoti sel matanya.

Cici bercerita, meski semua biaya pengobatan Azalea ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), namun tetep saja ia mesti merogoh kocek yang cukup dalam, untuk membawa Azalea ke Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Hal itu pula yang membuat, pengobatan Azalea sempat terhenti lantaran terganjal pembiayaan.

Untuk mengangkat kanker pada mata kiri Azalea, sekitar 100 juta rupiah sudah dihabiskan keluarga demi kesehatan gadis berambut bondol itu. Bambang Apriyanto sang ayah, juga bekerja banting tulang siang dan malam demi hasilkan rupiah demi kesehatan anaknya. Namun apa daya, pengasilannya sebagai buruh serabutan tak cukup untuk penuhi biaya Azalea.

“Sekali berobat minimal harus pegang uang 250 ribu, untuk ongkos pulang pergi, makan dan lain-lain. Itu kalau konsultasi biasa. Kalau kemoterapi biasanya sekali berobat minimal harus pegang uang 500 ribu sampai 1 juta rupiah. Soalnya kita disana dua hari dan mesti nginep di rumah sakit kalau lagi kemoterapi,” bebernya.

Sembilan kali sudah Azalea menjalani kemoterapi. Empat kali juga balita mungil ini menjalani CT Scan. Namun hingga kini, kanker di mata kanan Azalea tak kunjung membaik. Tak terhitung lagi berapa ratus kali keluarga membawa Azalea konsultasi dan kontrol kondisinya. Namun masih tetap tak kunjung banyak perubahan berarti.

Pihak keluarga mulai mendapatkan titik terang saat salah seorang kerabat meminta izin mengupload kondisi Azalea ke salah satu media sosial. Dalam hitungan hari, bantuan datang silih berganti ke rumah Cici Windasari dan Bambang Apriyanto. Tak jarang mereka yang datang memberikan sejumlah bantuan, berupa kebutuhan balita untuk Azalea. Mulai dari susu untuk Azalea, hingga uang saku untuk meringankan beban pembiayaan dan ongkosa jalan berobat.

Meski begitu, duka mendalam tetap dirasakan pihak keluarga, melihat kondisi Azalea yang sampai saat ini masih belum menunjukan peningkatan. Bahkan, sejak mata kanan Azalea membengkak pasca Idul Fitri kemarin, Azalea lebih sering menghabiskan hari-harinya di dalam rumah. Bahkan gadis mungil itu, enggan bermain dengan teman sebayanya lantaran penglihatannya yang kabur.

Tak hanya penglihtannya yang mulai kabur, Azalea juga mengali gangguan pada pola tidurnya. Malam dijadikan siang, siang dijadikan malam. Begitulah rutinitas aktivitas Azalea kini. Keluarga hanya bisa berdoa, semoga Azalea mungil baik-baik saja dan bisa terus berjuang, bertahan mengadapi kanker yang ada di mata kanannya kini.

“Kita juga bingung mau bagaimana lagi. Pengennya diorasi mata kanannya, tapi tidak bisa harus tunggu kempes dulu. Sedangkan kondisinya sekarang masih bengkak matanya. Mata kirinya sudah tidak bisa melihat, mata kananya juga sudah mulai kabur penglihatannya. Saya hanya bisa berdoa dan berusaha, semoga anak saya baik-baik saja,” tutupnya. (ogi/d/mam)