UMK Naik Terus, Pengusaha Terancam Gulung Tikar

by -673 views
MENJERIT: Kenaikan UMK yang tidak terkendali dan semakin tinggi membuat para pelaku industri bisa gulung tikar dan hengkang dari Kabupaten Sukabumi.

METROPOLITAN – Asosiasi Pen­gusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Sukabumi dalam Rapat Pleno Dewan Pengu­pahan mengkhawatirkan sejumlah perusahaan teran­cam gulung tikar atau ming­gat dari Sukabumi ke Jawa Tengah jika Upah Minimum Kabupa­ten (UMK) Sukabumi tidak di­kendali­kan pe­merintah sesuai kemampuan perusahaan.

Sekretaris Apindo Kabupa­ten Sukabumi Sudarno men­gatakan, pemerintah harus melakukan terobosan dan solusi dalam penetapan pen­gupahan agar tidak berdam­pak sistemik ke semua indu­stri.

Khususnya industri padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.

”Sayang kalau ada perusa­haan besar industri padat karya sampai harus gulung tikar atau hengkang ke daerah lain dengan adanya kenaikan UMK,” ujarnya.

Sudarno menjelaskan, kenai­kan UMK setiap tahun yang relatif tinggi menimbulkan keluhan bagi para pengusaha.

Pasalnya, kenaikan upah tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas ha­sil kerja dan peningkatan nilai penjualan hasil produksi.

”Apalagi bila perusahaan-perusahaan di sektor garmen dan sejenisnya karena finan­sialnya yang tidak sehat. Hal ini bisa membuat perusa­haan gulung tikar,” bebernya.

Sudarno mengaku saat ini pihaknya bersama Dewan Pengupahan Unsur Apindo sedang memperjuangkan untuk penyelamatan keber­langsungan industri padat karya agar tetap bertahan dan berkembang di Kabupaten Sukabumi.

”Ini adalah upaya terbaik, karena bila pengusaha bertahan dan berkembang maka bisa menyerap banyak tenaga ker­ja. Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan taraf pe­reknonomian masyarakat,” tutupnya. (hep/suf/run)