Yantie Rachim Didapuk Jadi Bunda Peduli Stunting

by -0 views
DILANTIK: Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat melantik Bunda Peduli Stunting yang berlangsung di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (5/11).

METROPOLITAN – Istri Wa­kil Wali Kota Bogor, Yantie Rachim, dikukuhkan men­jadi Bunda Peduli Stunting. Pengukuhan itu dilakukan di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (5/11).

Tugas yang dipegang Yantie yakni menurunkan angka stunting di Kota Bogor. Se­mentara itu, jumlah di Kota Bogor mencapai 5.000 balita menderita stunting dari 100 ribu balita.

”Tanggung jawab semakin besar karena saya tidak hanya sekadar peduli tapi harus langsung bergerak,” kata Yantie Rachim.

Yantie mengaku sudah me­miliki tim yang bisa digerak­kan untuk memulai pence­gahan dan penurunan stunting di Kota Bogor.

Ia dan tim akan turun langsung ke lapangan mengedukasi masyarakat, terutama ibu-ibu untuk pe­duli dengan asupan gizi anak-anaknya.

”Terjadinya stunting mungkin karena ketidaktahuan ibu dalam memberikan gizi ma­kanan seimbang kepada anaknya, terutama gizi bagi anak perempuan yang kelak akan menjadi ibu,” ucapnya.

Ia optimis bisa menurunkan angka stunting di Kota Bogor dengan inovasi Tanggap Le­ungitkeun Stunting (Taleus Bogor).

Mengingat pada 2017 lalu angka stunting di Kota Bogor ada di angka 27 persen yang kemudian turun men­jadi 5 persen di 2018.

Ke depan, tim Bunda Pe­duli Stunting itu akan lebih giat, fokus dan tepat sasaran dalam penyuluhan dan pem­binaan ke masyarakat.

”Ten­tunya kami akan dibantu dinas terkait dan tokoh ma­syarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bo­gor Rubaeah mengatakan, angka stunting 5 persen di 2018 ini didapat dari hasil Bulan Penimbangan Balita (BPB) dengan sasaran 100 ribu balita di Kota Bogor.

Stunting merupakan per­masalahan kurang gizi pada balita yang membuat bayi pendek, alias umur balita di­bandingkan dengan tinggi badannya tidak ideal.

”Isti­lahnya bayi pendek karena perkembangan gizinya kurang maksimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, stunting bisa dicegah sejak usia re­maja, calon pengantin, ibu hamil dan balita dengan mem­berikan edukasi memper­baiki cakupan gizi.

”Inovasi Taleus Bogor sudah diterapkan di seluruh posyandu Kota Bogor untuk mengecek gizi ibu hamil dan balita,” tutupnya. (*/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *