158 Kilo Sabu tahun baru Distok di Sentul

by -219 views

METROPOLITAN– Tahun baru tinggal menghitung minggu. Peredaran sabu pun terus diburu. Hingga para pemainnya dibuat mati kutu. Bahkan nyawa sang pengedar 158 kilo sabu tahun baru berakhir di peluru.

Jalan Alternatif Sentul jadi saksi bisu dalam aksi polisi memburu pelaku peredaran sabu.  Adalah EF, pria 41 tahun yang dipercaya jadi tangan kanan gembong narkoba sindikat Nigeria.

EF berhasil ditangkap polisi di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (29/11). Selama dua bulan, gerak geriknya masuk dalam radar pantauan polisi.

Kasus ini terungkap berawal dari informasi warga. Saat menangkap EF, tim penyidik menyita narkoba jenis sabu seberat 15 kg yang disimpan di kendaraan Honda Mobilio nopol B 1069 CMQ.

Di hari yang sama, penyidik menemukan paket sabu seberat 118 kg di rumah kontrakan EF yang berlokasi di Perumahan Griya Alam Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Bogor.

Selanjutnya tim menemukan paket sabu 25 kg dalam sebuah kardus yang disimpan di kendaraan Daihatsu Grandmax nopol B 1509 FRP di Jalan Baru Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Bogor.

Dalam kasus ini, jaringan EF dikendalikan oleh AC (38), seorang WN Nigeria yang merupakan napi kasus narkoba.

“Modusnya, AC memesan sabu ke seseorang inisial TN di Nigeria. Lalu AC menyuruh EF untuk mengambil paket sabu di Bekasi, kemudian disimpan di Sentul, Bogor dan diedarkan oleh EF ke Bogor dan Jakarta,” katanya.

Saat diminta menunjukkan lokasi persembunyian penyuplai sabu, EF melawan dan mencoba kabur sehingga penyidik terpaksa menembak EF.  “Pada saat dibawa ke rumah sakit, nyawa EF tidak tertolong,” katanya.

Eko mengatakan, pada akhir tahun 2019 peredaran narkoba cukup marak, khususnya di Jakarta.

“Ini (barang bukti) semuanya (sabu 158 kg), akan diedarkan di Jakarta menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Untuk itu, Bareskrim Polri bekerja sama dengan Bea Cukai dan Imigrasi akan melakukan pencegahan.

“Kami sudah ada program tiap akhir tahun bekerja sama dengan Bea Cukai dan Imigrasi. Sepanjang pelaku ditangkap di Indonesia maka akan gunakan hukum positif di Indonesia,” katanya.

Terungkapnya kasus ini membuat Kabupaten Bogor semakin rawan sebagai gudang transit peredaran narkoba.

Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam tak menapik soal itu. Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki posisi yang tak jauh dari Jakarta.

Bahkan, selama operasi Anti Narkotika yang digelar sepuluh hari sejak 20 -30 November, pihaknya juga berhasil mengungkap 40 kasus narkoba.

“Kami  lakukan operasi anti narkotika. Selama operasi itu, kami mengungkap 40 kasus, 53 tersangka.  Intinya kami berusaha memotong jaringan di bawah. Kami sudah banyak melakukan upaya. Memang Kabupaten Bogor paling dekat dengan Jakarta,”bebernya.

Soal kecenderungan peredaran narkoba tiap akhir tahun, Andri mengatakan hal itu relatif.

“Ya relatif tergantung seberapa banyak petugasnya ini melakukan pengungkapan. Kami masih berusaha untuk mencegah peredarannya,”tegasnya. (kps/mul/b/feb/run)

Loading...