Anggota DPRD Sindir Walikota soal Korban Proyek Rel Ganda, Jangan Fokus Trem doang…

by -
DADANG ISKANDAR DANUBRATA Wakil Ketua DPRD Kota Bogor.

METROPOLITAN – Hingga kini, penyelesaian warga terdampak pembangunan double track atau rel ganda kereta api Bogor-Sukabumi belum juga menemui titik terang. Mulai dari nilai kerahiman per bangunan hingga ribuan warga terdampak yang masih bingung soal rumah relokasi. Apalagi Pemerintah Kota (Pemkot) sempat menjanjikan akan membuat rusunami bagi warga terdampak.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata mengatakan, dirinya masih sering mendapat keluhan dari warga yang bingung soal kejelasan uang kerahiman hingga kepastian relokasi. Kebanyakan dari warga memang masih kebingungan mencari tempat tinggal, baik kontrakan ataupun rumah pengganti. Ia pun meminta pemkot untuk lebih serius menangani kasus ini. Sebab pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk membangun rusunami.

“Pada prinsipnya mereka siap. Tinggal pemkot sediakan lahannya. Syaratnya kan kita harus punya lahan minimal 5.000 meter persegi, nanti dibangunkan oleh kementrian. Anggota DPRD RI Fraksi PDIP juga akan dorong pemerintah pusat bangun rusunami untuk warga terdampak rel ganda,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Menurut informasi yang ia dapat, pemkot sedang mencari lahan untuk tempat pemukiman baru tersebut. Namun sayangnya, hingga kini tidak ada kelanjutan kabar kepastian lahannya. Terakhir, kata dia, ada tiga lokasi yang diincar namun belum tahu luasannya bisa atau tidak. Sehingga DPRD akan mengagendakan pembahasan kembali dengan pemkot.

Ia pun sempat menyindir Pemkot Bogor yang selama ini fokus mengurusi soal taman topi, penataan suryakencana juga trem.

“Jangan fokus sama masalah itu saja. Tapi juga harus memperhatikan hal-hal yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat, yang kesusahan tidak punya kepastian tempat tinggal,” tukas Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor itu.

Dadang juga menekankan agar persoalan rusunami dan rusunawa untuk korban terdampak pembangunan rel ganda, harus diprioritaskan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021.

“Saya minta pemkot lebih serius dan memprioritaskan untuk melaksanakan pembangunan rumah susun, rusunawa atau rusunami bagi 1.600-an kepala keluarga terdampak rel ganda di Bogor Selatan,” tegas Dadang.

Sementara itu, Camat Bogor Selatan Atep Budiman mengaku kesulitan mendapatkan lokasi untuk rusunami. Meskipun sudah beberapa tempat menjadi incaran dan sempat ditinjau. Beberapa lokasi lahan milik pemkot di Bogor Selatan juga sempat masuk ‘radar’, namun tidak mencukupi secara luasan. Selain itu, mantan Camat Bogor Utara itu juga belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari Pemprov Jawa Barat terkait pembayaran uang kerahiman.

“Kami masih menunggu. Kapan sosialisasi, sampai penyaluran dana-nya. Cuma kan informasi terakhir itu Desember akan turun, dan akan cair dua tahap. Kami minta warga bersabar dulu,” tuntas Atep. (ryn/c/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *