Asyik, Ada Car Free Night di Puncak Saat Malam Tahun Baru

by -19 views

METROPOLITAN.id – Bagi Anda yang ingin menghabiskan malam pergantian tahun di Kawasan Puncak, nampaknya harus melakukan persiapan matang.

Musababnya, kepolisian bakal memberlakukan malam bebas kendaraan atau car free night di wilayah berhawa sejuk itu.

Car free night akan berlaku mulai pukul 18.00 pada 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020 pukul 06.00

Penutupan dilakukan di 6 titik. Yakni Pos Interchange 1 B, SPBU Patung Ayam dari arah Ciawi, RM Cimory, SPBU Ussu, Simpang Taman Safari, dan Gunung Mas.

Penutupan arus lalu lintas di Jalur Puncak oleh Satlantas Polres Bogor ini bukan tanpa alasan. Tujuannya, menghindari overload kendaraan yang akan merayakan tahun baru di Puncak.

Persiapan Kegiatan car free night dimulai dengan sosialisasi secara massif kepada masyarakat, baik melalui media cetak, media elektronik, maupun media sosial.

Sosialisasi dilakukan agar masyarakat lebih mengetahui tentang jadwal pemberlakuan car free night.

“Car free night bertujuan membatasi kendaraan menuju Puncak pada saat malam tahun baru 2020. Kami mengimbau masyarakat yang akan mengarah ke Puncak untuk dapat mengikuti waktu penutupan,” kata Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri.

Dengan begitu, warga yang ingin merayakan malam pergantian tahun di Puncak bisa mengatur waktu.

Sebab setelah diberlakukan, tidak ada lagi kendaraan roda empat yang dberikan akses menuju Puncak.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait yg tergabung dalam forum LLAJ Kabupaten Bogor, termasuk juga PHRI,” terangnya.

Sementara itu, Kepolres Bogor AKBP M Joni mengaku kegiatan ini merupakan program tahunan. Tujuannya tak lain untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah Bogor, khususnya Puncak jelang Natal dan tahun baru.

“Oleh karenanya kami perlu melakukan rekayasa-rekayasa arus, sehingga bisa bermanfaat bagi semua golongan dan kepentingan,” ujar Joni.

Menurutnya, rekayasa-rekayasa ini perlu sosialisasi yang massif. Sehingga, masyarakat bisa mengatur waktu perjalan.

“Perlu sosialisasi yang massif dan terarah. Harapannya masyarkat dapat merencanakan perjalanan dan liburannya dengan baik,” pungkasnya. (fin)