Awalnya tak Direstui Ibu, Sekarang Ingin Genjot UEP

by -

METROPOLITAN – Dari 222 Kepala Desa (Kades) hasil Pilkades serentak tahap tiga 2019 yang dilantik Bupati Bogor di Gedung Tegar Beriman memiliki latar belakang profesi berbeda-beda. Ada dari pengusaha, politisi, karyawan swasta hingga guru honorer. Seperti Kades Bojongnangka, H Amir. Guru honorer Madrasah Ibtidaiyah (MI) ini tidak menyangka bakal dipercaya masyarakat untuk menjadi kades Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri.

Amir mengaku selama ini keluarganya, terutama orang tua tidak pernah mengizinkannya mencalonkan diri menjadi kepala desa. Namun, dengan yakin Amir mampu meyakinkan ibunya agar bisa merestuinya untuk jadi orang nomor satu di Desa Bojongnangka.

“Awalnya orang tua (ibu) dan keluarga tidak ngizinkan saya mencalonkan diri menjadi kepala desa. Tapi, seiring perjalanan waktu, Alhamdulillah keluarga mendukung penuh,” ujarnya kepada radarbogor.id.Setelah mendapat izin dari ibu dan keluarga, barulah Amir membuat angket atau rencana pencalonan Kades. Dari situ banyak masyarakat mendukung.

“Hasilnya 70 persen merespon pencalonan saya,” terang pria yang juga kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor tersebut. Setelah terpilih dan resmi dilanti Bupati Bogor, Ade Yasin menjadi Kades Bojongnangka, ia punya tanggungjawab besar untuk memajukan desanya.

“Saya akan menggenjot Usaha Ekonomi Produktif (UEP) berbasis masyarakat,” tandasnya. (pin/rb/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *