Awas! 1.222 Angkot Meledak Lagi

by -
EVAKUASI: Sejumlah petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar angkot di sekitar Stasiun Kereta Api Bogor.

METROPOLITAN – Suasana Jalan Mayor Oking, tepat di sekitaran pintu masuk Stasiun Bogor, Rabu (4/12) siang pukul 11:55 WIB mendadak ramai. Angkot 10 jurusan Bantarkemang-Pasar Anyar bernopol F 1966 BT tiba-tiba terbakar yang diduga karena masalah kelistrikan. Untung saja hangusnya angkot milik Rahmat itu tidak menyebabkan korban lantaran penumpang baru saja turun.

Hal itu pun mengundang tanya warga Bogor, bagaimana kondisi angkot yang seliweran di Kota Bogor, sampai-sampai ada angkot yang terbakar dan mengancam keselamatan penumpang dan pengendara serta warga sekitar.

Sebab, dari jumlah angkot Kota Bogor yang ada sekitar 3.600, setidaknya ada 1.222 angkot yang punya potensi mengancam keselamatan penumpang karena belum melaksanakan uji kir. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Sarana Prasarana pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Dody Wahyudin, yang menerangkan bahwa ada angkutan kota berjumlah 924 unit dan angkutan perkotaan antar kota dalam provinsi sejumlah 298 unit yang tidak melaksanakan kir sampai November.

“Angkot yang kir di kita ada dua. Angkutan kota yang warna hijau, jumlahnya 924. Dan jumlah angkutan perkotaan, itu yang izin nya di provinsi Jawa Barat, kota-kabuoaten Bogor trayeknya, tapi domisili angkotnya kota, itu ada 298 unit yang sampai dengan bulan November ini tidak melaksanakan uji kir,” katanya saat dihubungi Metropolitan, kemarin.

Saat ditelusuri, angkot yang terbakar pun rupanya sudah uji kir terakhir sejak 18 September 2017, atau lebih dari empat periode tidak memeriksa syarat kelaikan jalan bagi angkot tersebut. Ia mengakui, hal itu sangat mengkhawatirkan keselamatan penumpang, pengemudi hingga lingkungan.

“Ada 9 item, diantaranya soal pengecekan pra uji, emisi gas buang, lampu utama, kebisingan, rem hingga kelistrikan,” paparnya.

Ia juga mengaku terus berupaya dengan melakukan sosialisasi dan razia lapangan yang dilakukan oleh bidang Lalu Lintas. Meski begitu, masih banyak yang memang belum melakukan uji kir lantaran kondisi operasional angkot belum optimal secara keuangan.

“Sosialosasi rutin. Di lapangan juga masih, ya kita upaya terus supaya taat uji, kan demi keselamatan bersama,” tukas Dody.

Tak cuma itu, dari ribuan angkot yang ada di Kota Bogor, 600-700 unit diantaranya sudah uzur alias berusia diatas lebih dari 20 tahun. Saat ini pemkot menerapkan angkot dengan usia lebih dari 20 tahun harus diremajakan. Apalagi, usia angkot setiap tahun bertambah. Otomatis, angka yang ada berubah.

”Angkot uzur kan sering mogok, akhirnya bikin macet. Belum lagi gas emosinya yang mem­perburuk polusi kota. Ya, 20 persen harus diremajakan,” ujar Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor Jimmy Hutapea.

Menurut Jimmy, memang tidak ada sanksi yang diberi­kan kepada pemilik angkot jika tidak segera melakukan peremajaan angkot-angkot tua. Namun ’sanksi’ akan da­tang saat angkot yang tidak layak jalan itu ngaspal di ja­lanan. Sosialisasi terus dilakukan agar pemilik angkot dengan usia kendaraan lebih dari 20 tahun harus melakukan pe­remajaan dengan menggan­ti angkot yang baru atau be­rumur di bawah 20 tahun.

”Nggak ada sanksi. Tapi kan saat usia lebih dari 20 tahun, angkot itu pasti nggak lulus uji KIR. Kalau nggak lolos uji KIR, ya izin trayeknya juga nggak akan terbit. Jadi, kalau tetap ngaspal lalu nggak lulus uji KIR dan nggak punya izin trayek, ya ditindak. Itulah sanksinya,” paparnya.

Peristiwa terbakarnya angkutan masal di Kota Bogor ini mendapat perhatian dari Pengamat Transportasi Kota Djoko Setijowarno. Dosen Universitas Soegijapranata itu mengatakan hal itu tidak saja sebagai kesalahan fatal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang terlihat sudah ‘malas’ mengurus angkot, tetapi sebagai sebuah kebodohan yang akut.

“Ini bentuk ketidak seriusan pemkot melalui dinas terkait untuk menata transportasi umum. Coba tanya apa yang mereka lakukan terhadap angkot di Kota Bogor. Kita tahu usaha angkot tinggal tunggu waktu punah, tapi mereka belum ada solusi sampai sekarang,” tukasnya.

Angkot Terbakar Dekat Stasiun Bogor

Sebelumnya, angkot 10 Jurusan Bantarkemang-Pasar Anyar benopol F 1966 BT terbakar di dekat Stasiun Bogor Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (4/12) pukul 11:56 WIB. Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Kota Bogor Marse Hendra Saputra mengatakan, diduga penyebab terbakarnya angkot lantaran ada masalah kelistrikan.

Ia menceritakan, sebelum terbakar, tiba-tiba angkot yang dikemudikan Rahmat itu muncul kepulan asap pada bagian mesin ketika sedang menurunkan penumpang sekitaran pintu stasiun pusat kota itu. Untung saja, empat orang penumpang dan pengemudi yang ada didalam angkot segera keluar tak lama setelah muncuk kepulan asap yang diiringi keluarnya api hingga akhirnya membakar angkot itu. “Jika sekilas, kerugiannya mencapai Rp60 juta,” tuntasnya. (ryn/c/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *