Begini Keluh Kesah Bupati Bogor ke Kang Emil

by -78 views

METROPOLITAN.id – Bupati Bogor Ade Yasin mengikuti Rapat Koordinasi Penyelenggara Pemerintah Daerah (Kopdar) keempat di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Selasa (3/12) lalu.

Dalam kesempatan itu, Ade Yasin mencurahkan keluh kesahnya kepada Gubernur Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil. Poinnya, mengenai permasalahan di perbatasan wilayah Kabupaten Bogor dengan beberapa daerah lainnya.

Menurut Ade Yasin, percepatan pembangunan di wilayah perbatasan tidak bisa diselesaikan oleh satu daerah saja. Akan tetapi, harus terkoordinasi dengan daerah-daerah yang berbatasan.

Salah satu permasalahan di perbatasan itu adalah kemacetan di Jalur Puncak, yakni jalur yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur.

Ade Yasin menjelaskan, belum ada solusi pemecah kepadatan volume kendaraan di jalur tersebut hingga saat ini.

Kepadatan voume kendaraan di Jalur Puncak perlu ditangani dengan segera. Salah satu solusinya adalah membangun Jalur Poros Tengah Timur (PTT) atau biasa disebut Jalur Puncak Dua.

“Pembangunan Jalur Puncak Dua harus segera dilakukan. Jalur alternatif tersebut diperlukan untuk┬ámemecah kemacetan lalu lintas di kawasan Puncak yang kian parah, terutama pada akhir pekan,” kata Ade Yasin.

Haingga saat ini, Ade Yasin mengaku tak bosan mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera merealisasikan jalur Puncak Dua. Jalur itu menghubungkan Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor dengan Cipanas Kabupaten Cianjur.

Selain memudahkan akses masyarakat, pembangunan jalan yang ditaksir menelan biaya hingga Rp1,2 triliun itu bisa mendongkrak perekonomian warga sekitar.

Sebab, jika diliat berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut, tergolong masih minim.

Ade Yasin mengungkapkan, langkah menyelesaikan persoalan wilayah perbatasan juga akan dikupas dalam acara ‘Borderline Economic Summit’.

Politisi PPP ini mengundang para menteri, gubernur, dan 10 kepala daerah yang bersangkutan dengan wilayah perbatasan Kabupaten Bogor. Acara ini direncanakan berlangsung pada 12 Desember 2019 di Sentul, Kabupaten Bogor.

“Selain persoalan Puncak, kita juga mengangkat tujuh isu lainnya yang berkaitan dengan 10 daerah di 3 provinsi berbeda yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor,” pungkasnya. (fin)

Loading...