Bogor Dilanda Bencana

by -8.9K views
BENCANA: Deretan bencana yang terjadi di Kota dan Kabupaten Bogor mulai dari pohon tumbang, jembatan ambruk hingga tewasnya petani tersambar petir.

METROPOLITAN – Hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda wilayah Bogor, kemarin sore. Sedikitnya ada tiga bencana yang melanda wilayah Kota dan Kabupaten Bogor tersebut. Peristiwa itu tersebar di wilayah Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, serta Kecamatan Bogor Barat dan Tengah, Kota Bogor.

Akibat cuaca ekstrem ini, satu orang meninggal dunia, satu jembatan ambruk karena terbawa tanah longsor hingga satu unit mobil milik warga rusak adaberat akibat tertimpa pohon.

Salah satunya peristiwa tersambar petir di persawahan Lueweung Gede, Desa Mekarsari, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, kemarin. Seorang petani asal Desa Mekarwangi, Jaya, menjadi korbannya. Pria berusia 54 tahun itu tewas seketika setelah tersambar petir.

“Meninggal dunia usai disambar petir saat perjalanan pulang dari sawah. Korban ditemukan sekitar pukul 16:30 WIB. Sebelum kejadian nahas terjadi, sore itu kondisinya hujan lebat disertai petir,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo.

“Awalnya bajak sawah dengan kerabat. Tapi saat mendung, dia pulang. Jaya sendiri garap sawah. Nah, cuaca makin buruk. Saat sedang berjalan menuju arah pulang, korban tersambar petir,” sambungnya.

Kejadian itu pun mengagetkan warga lantaran tidak menyangka pria kelahiran Bogor 15 Januari 1965 itu harus meregang nyawa dengan kondisi luka bakar serius di bagian dada dan sekitar telinga sebelah kiri. Akibatnya, Jaya pun meregang nyawa seketika di area sawah Leueweung Gede itu.

”Sebagian tubuh dan kepalanya gosong karena tersambar petir. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut langsung membawa jenazah korban ke rumah duka. Malam ini (kemarin, red) jenazah infonya langsung dimakamkan,” ucapnya. Budi pun mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati jika bepergian atau di perjalanan saat hujan deras, apalagi disertai petir atau kilat.

”Lebih baik meneduh dahulu di rumah warga atau tempat yang dirasa aman,” ujarnya.

Sementara itu, hujan lebat yang melanda Kota Bogor juga menyebabkan dua bencana. Di antaranya tanah longsor yang menyebabkan jembatan penghubung warga RT 03/04 dengan RT 05/03, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, ambruk. Serta pohon tumbang yang terjadi di Jalan Gereja, RT 02/08, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah.

Untuk jembatan ambruk terjadi karena air kali yang meluap sehingga jembatan tidak kuat menahan derasnya aliran air. Sedangkan untuk pohon tumbang yang terjadi sekitar pukul 16:43 WIB itu merusakan satu unit mobil milik warga.

Informasi yang dihimpun Metropolitan, kejadian bermula saat pemilik kendaraan roda empat jenis Honda Brio dengan nopol F 1734 AN, Indra Purnama (36), memarkirkan kendaraannya di bawah pohon berjenis kupu-kupu dengan tinggi delapan meter. Saat itu ia sedang menunggu anaknya karena hujan lebat.

”Tapi pas kejadian, anginnya tidak begitu kencang. Selesai pohonnya roboh, baru kencang anginnya. Tiba-tiba itu pohon tumbang, terus langsung timpa mobil saya. Mobil saya memang dari awal di situ. Saya parkir di situ, kan nggak nyangka juga bakal roboh itu pohonnya,” kata Indra.

Menanggapi hal itu, Kepala BPBD Kota Bogor RR Juniarti Estiningsih membenarkan kejadian tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

”Tidak ada korban jiwa. Tapi memang pohon tumbang itu menimpa mobil yang sedang parkir di pinggir jalan, jadi tidak ada orang di dalamnya,” kata Esti.

Esti mengimbau masyarakat, khususnya warga Kota Bogor, agar selalu waspada terhadap dampak hujan dan angin kencang. Terutama di wilayah-wilayah yang masih terdapat pohon besar.

”Jadi kami mengimbau agar masyarakat mengantisipasi terjadinya pohon tumbang atau dahan patah. Jangan berteduh di bawah pohon, terutama pengendara ketika terjadi hujan besar,” imbaunya.

”Warga dimohon juga agar mengenali potensi bencana di wilayahnya masing-masing agar dapat siap siaga dalam menghadapi bencana. Termasuk membersihkan saluran air dari sampah agar tidak terjadi sumbatan dan terjadi banjir,” tambahnya. (dtk/ryn/c/rez/run)

Loading...