Double Untung Diserbu 64.700 Penunggak Pajak

by -0 views

METROPOLITAN – Kebijakan pemerintah daerah yang membebaskan denda pajak kendaraan untuk semua tunggakan pajak, hingga pemberian diskon pajak kendaraan yang menunggak lima tahun atau lebih, dengan cukup membayar empat tahun, disambut penuh suka cita masyarakat Kabupaten Bogor.

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Bogor, Ade Sukalsah, mengatakan, program bertajuk ‘Double Untung’ yang sudah berlangsung sejak 10 November hingga 10 Desember 2019, berhasil menarik minat masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai ajang membayar pajak kendaraan.

Bahkan, pemerintah daerah melalui Provinsi Jawa Barat, juga memperpanjang program ‘Double Untung’ hingga akhir tahun ini.

“Karena kami melihat animo masyarakat sangat tinggi, akhirnya program ini diperpanjang hingga 31 Desember,” kata Ade.

Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, terhitung mulai 10 November hingga 6 Desember kemarin, Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Bogor, dikunjungi 64.700 masyarakat yang hendak membayar pajak kendaraan. Bahkan angka tersebut, spesifik pembayaran denda tunggakan pajak kendaraan yang belum dibayarkan.

“Ada sekitar 64.700 penunggak pajak yang membayar pajak kendaraan. Itu khusus yang menunggak saja yah, karna memang program ini ditargetkan untuk para penunggak. Bahkan hari ini membludak ramai sekali, karna masyarakat mengira jika 10 Desember ini terakhir,” paparnya.

Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, rata-rata dalam satu hari, pihaknya bisa melayani 3000 hingga 4000 penunggak pajak. Menurut hasil rekapan yang ada, terhitung program ‘Double Untung’ tersebut diberlakukan, 83 persen diantaranya didominasi oleh pembayaran pajak roda.

Dirinya menargetkan pada 2019 ini, pendapatan daerah dari sektor kendaraan mencapai Rp639 miliar. Ade mengaku optimis, jika target pendapatan tersebut bisa diraih. Pasalnya, jika melihat kondisi saat ini, besar kemungkinan target tersebut bisa dicapainya.

“Kalau melihat dari statistik pembayaran masyarakat, kami sangat optimis targetan pendapatan kami di 2019 senilai Rp 639 miliar dapat tercapai. Apalagi saat ini kondisinya sudah mencapai 96,52 persen darintarget. Besar kemungkinan pasti bisa tercapai, apalagi promosi Double Untung juga kami perpanjang. Tentu kami optimis,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, M Leo Hananto Wibowo, mengaku, sangat senang saat mendengar kabar tingginya minat antusias masyarakat dalam membayar pajak kendaraan. Menurutnya pajak kendaraan merupakan salah satu elemen penting bagi Pendapat Asli Daerah (PAD), guna keberlangsungan pembangunan Kabupaten Bogor.

“Menjalankan program itu menggunakan anggaran. Sedangkan salah satu pos anggaran kita itu pada sektor pajak kendaraan. Dengan tingginya minat masyarakat untuk membayar pajak, tentu akan berimbas juga pada pendapatan dan pembangunan Kabupaten Bogor. Semoga ini menjadi awal yang baik, khususnya dalam menumbuhkan budaya taat dan patuh pajak, sekaligus bagi perkembangan dan pertumbuhan pembangunan Kabupaten Bogor,” tutupnya. (ogi/c/yok)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *