DPR Dukung Integrasi Pendidikan Formal dan Informal

by -

METROPOLITAN – Wakil Ketua Komisi X DPR fraksi Partai Golkar Hetifah Sjaifudian mendukung rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengintegrasikan pendidikan formal dan informal. Menurutnya, setiap masyarakat memiliki kebutuhannya masing-masing dalam pendidikan.

Dan hal itu tidak dapat dipenuhi hanya dengan pendidikan formal.

“Misalnya ibu-ibu di desa yang waktu kecil tidak mendapat pendidikan formal yang memadai karena satu dan lain hal. Sekarang pemerintah bisa membantu mereka melalui pendidikan nonformal. Contohnya keterampilan di sektor ekonomi kreatif seperti kuliner, fashion, dan kriya,” katanya.

Menurutnya, hal ini lebih efektif untuk masyarakat dibandingkan memaksakan mereka ikut pendidikan formal.

“Karena targetnya lebih tersasar. Kemampuan yang diajarkan apa, akan dipakai untuk apa. Selama ini pemerintah belum concern ke sini, dan biasanya hanya dijalankan swasta atau inisiatif masyarakat. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, kita harapkan pendidikan nonformal akan tumbuh pesat,” ujarnya.

Politisi asal Kalimantan Timur ini menambahkan, Kemendikbud sebaiknya berkolaborasi dengan swasta untuk menyelenggarakan pendidikan nonformal yang berkualitas.

“Tidak mungkin kalau kita selenggarakan semua, karena biayanya besar. Tapi buatlah ekosistem dimana pihak swasta mau menyelenggarakan ini. Buat mekanisme dan skema insentifnya. Kita khususkan di sektor-sektor tertentu yang memang menjadi kebutuhan,” katanya.

Sebelumnya, Kemendikbud mengumumkan akan mengintegrasikan dua jalur pendidikan, yaitu pendidikan formal dan nonformal. Hal ini dilakukan dengan sinkronisasi kebijakan dan reorganisasi struktur.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Harris Iskandar menyatakan dalam struktur baru Kemendikbud, peningkatan akses dan kualitas pendidikan nonformal semakin terpadu dengan pendidikan formal.

“Struktur dalam Kemendikbud dan setiap posisi di dalamnya akan memiliki indikator kinerja yang jelas, termasuk terkait peningkatan akses, pengembangan kualitas, dan mengurangi kesenjangan antara pendidikan formal dan nonformal,” kata Harris. (tib/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *