Ekonomi Indonesia Triwulan II- 2013 Tumbuh 2,61 Persen

by -2 views
PENGAMAT: Ini Rio Andrian, mahasiswa yang melakukan pengamatan terhadap perekonomian di Indonesia setiap triwulan.

METROPOLITAN – Perekonomian Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada Triwulan II 2013 menurut sumber data BPS RI meningkat 2,61% terhadap Triwulan I-2013. Peningkatan terjadi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran 4,44%, sektor industri pengo lahan 2,78%, sektor listrik, gas dan air bersih 1,04%.

”Untuk sektor konstruksi tumbuh 4,11%, sektor pengangkutan dan komunikasi 3,12% dan sektor jasa-jasa 0,76% hingga terendahnya sektor pertambangan dan penggalian, yaitu minus 0,62%,”kata mahasiswa Universitas Indonesia, Rio Andrian.

Pria yang baru semester I Administrasi Keuangan dan Perbankan itu menjelaskan, pertumbuhan terjadi pada sektor pertanian, pertenakan, kehutanan dan perikanan pada triwulan II-2013 dibandingkan triwulan I-2013 tumbuh 2,53% (q-to-q). Menurut BPS, faktor utama pendorong pertumbuhan sektor ini adalah subsector tanaman perkebunan yang tumbuh 52,39%.

”Karena dimulainya panen raya beberapa komoditas utama perkebunan, seperti tebu, kopi dan kakao,” kata Rio.

Berdasarkan produk domestik bruto Indonesia tanpa migas dihitung, menurut BPS atas dasar harga berlaku pada Triwulan II-2013 mencapai Rp1.661.863,5 triliun. Jika dihitung seluruh PDB pada triwulan II-2013 mencapai Rp1.822.473,3 triliun.

”Adapun permasalahan yang terjadi pada Subsektor Pertambangan Minyak dan GasBumi (Migas), kinerja pada sektor pertambangan dan penggalian pada triwulan II-2013 mengalami kontraksi
0,62% dibanding Triwulan I-2013,” ujarnya. Rio menyebutkan,

kontraksi pertumbuhan ini disumbang penurunan kinerja subsektor pertambangan migas 0,03%,
subsektor pertambangan bukan migas minus 2,84%, sedangkan pada subsektor penggalian
tumbuh 4,14%.

”Sektor industri pengolahan pada triwulan II-2013 dibanding tahun sebelumnya tembus
5,97%,”  jelasnya.

Rio menambahkan, sumber pertumbuhan ini berasal dari subsektor industri bukan migas tumbuh 6,62%. Selain itu, ada pula pertumbuhan dari subsektor industri narang kayu dan hasil hutan lainnya yang tumbuh 11,24%.

”Menurut BPS, peningkatan ini terjadi karena semakin terbukanya
pasar furnitur baru di sejumlah negara,” tutur Rio.

Menurutnya, secara spasial struktur perekonomian Indonesia pada triwulan II-2013
masih didominasi kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap
PDB sebesar 58,15%. Lalu diikuti Pulau Sumatera 23,90%, Pulau Kalimantan 8,73%, Pulau Sulawesi 4,81% dan sisanya 4,41% di pulau lainnya.(de/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *