Gerah! Eka Wardhana Lapor Dewan Pers

by -45 views

METROPOLITAN – Gerah lantaran menjadi objek pemberitaan yang tidak berimbang dan dituduh menggunakan ijazah palsu, selama beberapa waktu belakangan, akhirnya Anggota DRPD Kota Bogor Eka Wardhana menempuh jalur hukum. Melalui Kuasa Hukumnya, Herdian Nuryadin, pihaknya resmi melaporkan hal itu kepada Dewan Pers dan kepolisian.

“Kaitan informasi yang tidak benar, dengan tulisan penggunaan ijazah palsu di salah satu media online, karena kaitan dengan media, kami sesuai mekanisme besok (hari ini, red) ke Dewan Pers, baru ke ranah pidana ke Polresta Bogor Kota,” katanya kepada awak media di Kantor DPD Golkar Kota Bogor, kemarin.

Ia menambahkan, selama tujuh kali pemberitaan, media yang bersangkutan disebut tidak menjunjung asas keberimbangan atau cover both side, dengan tidak adanya konfirmasi dari Eka Wardhana sama sekali selama berita diturunkan.

“Apalagi beritanya dugaan dan tuduhan yang tidak benar langsung kepada Eka. Nah kami buktikan disini bahwa yang diberitakan nggak benar,” ujarnya.

Ia sudah bertemu dengan pihak kampus STISIP Syamsul Ulum Sukabumi, untuk mengkonfirmasi status Eka Wardhana sebagai lulusan dan status dari kampus tersebut. Verifikasi dari LL Dikti pun sudah selesai dan tidak bermasalah.

“Eka Wardhana kuliah sejak 2002 dan lulus tahun 2006 dari STISIP Syamsul Ulum Sukabumi, yang dibuktikan dengan berbagai dokumen. Nah diberita itu disampaikan ada indikasi pemalsuan ijazah hingga dugaan kampus tidak ada, pihak kampus sudah buktikan itu. Ada bukti fisik dari pimpinan kampus pula. Artinya ini nggak benar, tapi pihak oknum pewarta itu tidak pernah konfirmasi klien kami,” tukasnya.

Menurut Eka Wardhana, ia belum pernah dikonfirmasi secara langsung perihal dugaan yang ditayangkan di dalam pemberitaan. Sehingga, ada ketidak berimbangan dan menjurus kepada pencemaran nama baik politisi Golkar tersebut jika dibiarkan.

“Pernah ketemu itu sekali, sebelum berita pertama naik. Nah setelah itu nggak pernah sama sekali, via japri pun tidak. Kini saya buktikan itu nggak benar, kampus ada, jadi saya tempuh ke mekanismenya,” paparnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor Tauhid J Tagor menjelaskan, pihaknya memang berharap ada klarifikasi dari kampus yang bersangkutan, lantaran ini menyangkut ijazah. Golkar, kata dia, kapasitasnya hanya memenuhi persyaratan saat akan menjalani proses calon legislatif (caleg). Partai berlambang Beringin itu punya dewan etik, yang lebih punya kewenangan untuk langkah selanjutnya ketika ada hasil dari Dewan Pers.

“Sejak pencalonan sudah provinsi juga nggak masalah, dan Pak Eka bisa membuktikan ijazahnya. DPP Golkar pusat dukung untuk terus jalan karena kami juga ada dewan etik. Kampusnya yang punya kewenangan membuktikan benar atau tidak, bukan kami. Saya bersyukur Kang Eka bisa membuktikan itu,” terang Tagor.

Saat dikonfirmasi, pewarta yang bersangkutan, DK, mengaku tidak keberatan dengan proses yang berjalan terhadap dirinya dan pemberitaan dimedia tempatnya bekerja. Ia menambahkan, statmen yang disampaikan Eka Wardhana merupakan ‘versinya’.

“Dilaporkan? Ya nggak apa-apa atuh, mau gimana lagi. Biar saja, versi dia begitu,” singkatnya. (ryn/c/yok)

Loading...