Instruksi, Kades Baru Tak Boleh Semena-mena Ganti Staf Desa

by -

METROPOLITAN.id – Bupati Bogor Ade Yasin mewanti-wanti agar kades tidak semena-mena mengganti staf desa. Peringatan ini dikeluarkan jelang pelantikan 222 kepala desa (kades) terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019 yang akan digelar besok, Rabu (18/12).

Penentuan staf desa menjadi wewenang kades terpilih. Dalam praktiknya, proses ini sarat dengan muatan politis. Ada kencenderungan kades untuk menempatkan kolega hingga tim suksesnya mengisi seluruh posisi staf desa.

Padahal, banyak staf desa yang benar-benar memiliki kompetensi karena sering mengikuti pelatihan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Staf seperti ini harus dipertahankan agar anggaran untuk pelatihan tak terbuang percuma.

“Saya imbau begini, kan kader dan staf di desa itu pernah dilatih oleh pemda menggunakan APBD. Jadi saya minta tidak mengganti staf desa hanya karena beda pilihan,” tegas Ade Yasin.

Pemkab Bogor bakal melantik 222 kepala desa terpilih hasil Pilkades Serentak 2019 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (18/12).

Sebetulnya, ada 273 kepala desa terpilih hasil Pilkades Serentak yang digelar 4 November 2019. Namun, pelantikannya dibagi menjadi dua tahap yaitu 18 Desember 2018 dan 16 Januari 2019. Pembagian ini merujuk pada berakhirnya masa bakti kades di masing-masing wilayah yang berbeda.

“Besok 222 yang dilantik. Sisanya yang 51 bulan Januari 2020,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin, Selasa (17/12).

Meski masih ada sejumlah calon yang melayangkan gugatan, Ade Yasin mengaku proses tersebut tidak menghalangi pelantikan sampai adanya putusan atas gugatan yang masih berjalan.

“Kalau ada gugatan ya silakan saja tetap jalan. Tapi itu tidak menghalangi proses pelantikan. Karena kan sudah dijadwalkan 18 Desember. Kita gelar pelantikan besok,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *