Ketemu Anies, Banprov DKI Buat Kota Bogor Belum Pasti

by -
BANTUAN DKI: Proyek Kolam Retensi Cibuluh kini sedang dikebut agar rampung akhir tahun. Proyek ini jadi bantuan keuangan yang terakhir kali diberikan Pemprov DKI Jakarta.

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih harap-harap cemas dan ngarep mendapatkan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk tahun anggaran 2020 mendatang.

Sebab, terakhir kali banprov dengan nilai cukup besar dan pekerjaan strategis yakni pembangunan kolam retensi Cibuluh, sekitar Rp10 miliar, demi mengurangi debit air sungai dan potensi banjir di sebagian Kota Hujan hingga ibukota. Proyek dana hibah itu pun baru bisa terlaksana tahun ini, setelah mulai dianggarkan beberapa tahun sebelumnya namun tak terealisasi.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto setelah bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat penandatanganan kerjasama Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur (Jabodetabekjur), di Jakarta, Kamis (12/12) lalu. Ia mengatakan, pertemuan itu baru sekedar membahas persoalan lingkungan hidup dan udara di wilayah tersebut.

“Lebih kepada persoalan lingkungan hidup, langkah-langkahnya. Lalu kualitas udara, ada juga pelatihan, pemetaan dan kajian. Jadi bukan bantuan fisik,” katanya saat ditemui pewarta di Balai Kota Bogor, kemarin.

Namun, sambung dia, pertemuan lalu itu belum menyentuh detil kegiatan yang harus dilakukan, beserta anggaran yang dibutuhkan. Termasuk bahasan berapa bantuan keuangan yang akan dialirkan untuk Kota Bogor dari DKI Jakarta pada 2020.  Menurut dia, tindak lanjut dari kerja sama ini akan dijabarkan secara teknis. Namun pihaknya berharap kolaborasi ini dalam bentuk bantuan anggaran.

“Belum, belum membahas soal bantuan keuangan dari ibukota untuk 2020. Sama halnya dengan jumlah anggaran hingga detil kegiatannya seperti apa, untuk lanjutan naturalisasi Ciliwung atau seperti apa, itu belum. Intinya kami masih tunggu bantuan Provinsi DKI Jakarta 2020, mudah-mudahan bisa dibantu,” tandas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Ia menjelaskan, kerja sama pembangunan ini ditandai dengan penandatanganan tiga Perjanjian Kerja Sama, yakni Peningkatan Kualitas Udara Bersih di Wilayah Jabodetabekjur, lalu soal Pembangunan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Wilayah Jabodetabekjur dan terkait Pengembangan dan Pemanfaatan Sistem Informasi Ketahanan Pangan yang terintegrasi di wilayah Jabodetabekjur.

“Untuk Kota Bogor lebih banyak ke isu peningkatan kualitas udara dan lingkungan hidup,” tutupnya. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *