Koekis Keren Siap Mendunia

by -21 views

METROPOLITAN – Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Perumpamaan itu nampaknya tepat menggambarkan kondisi Koekis Keju Aren (Keren) saat ini. Usaha Industri Kecil Menengah (IKM) yang membidangi produk makanan ringan itu kini berkembang pesat. Bahkan, usaha rumahan tersebut menghasilkan puluhan juta rupiah perbulan.

Koekis Keren sendiri berdiri sejak Agustus 2018. Usaha rumahan ini didirkan Natali bersama keluarganya, meneruskan usaha yang pernah dirintis ibu tercinta. Dengan modal seadanya, perempuan yang akrab disapa Lilie pun mencoba membesarkan usahanya.

Sebenarnya untuk usaha sudah dari 2016. Awalnya usaha roti, pie susu sama kue kering. Kalau kue kering pas Lebaran dan Natal. Untuk roti dan pie susu pasarannya hanya sekitar rumah saya saja. Buat anak-anak sekolah yang bawa bekel,” kata Lilie saat ditemui di lokasi produk Koekis Keren di BTN Taman Kenari Blok C1, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Lama kelamaan, Lilie pun bergabung dengan Komunitas Badan Kuliner (Bakul) Kota Bogor. Di mana, ia mengikuti sejumlah event atau pameran yang diselenggarakan komunitasnya.

“Ketika saya ikut pameran, seperti roti itu kan cuma tahan sampai tiga hari. Kita ikut pameran pun kurang mengangkat. Dari situlah saya berpikir kenapa tidak cari produk yang bisa membranding si rotinya bisa lebih luas lagi, seperti dijual lebih jauh hingga keluar pulau,” ucap dia.

Dari situ, sambung alumni IPB tersebut, dirinya tercetus untuk membuat suatu terobosan baru dalam hal produk penjualan. Tak berselang lama lahirlah Koekis Keren yang saat ini dibidanginya.

Setelah saya mengotak-atik resep, yang kue kering itu bisa tahan banting ya hanya si Koekis Keren ini. Akhirnya saya coba buat resep dulu dan saya kasih cicip ke saudara-saudara. Dapat hasil jawaban oke akhirnya saya keluarin saja ide ini dengan menggeluti usaha Koekis Keren,” imbuhnya.

Kini, Koekis Keren bisa memproduksi 1.000 hingga 1.500 pcs perbulannya. Harga jual per pcs nya dibanderol sebesar Rp15 ribu untuk reseler. Sementara, bagi konsumen atau masyarakat pada umumnya, harga per pcs ditarif sebesar Rp20-24 ribu.

“Soal keuntungan. Alhamdulilah sekarang bisa mendapatkan Rp22 juta sampai Rp26 juta perbulan,” beber dia.

Soal keunggulan produk, bagi perempuan yang masih single ini berada di sisi kemasan. Karena, setaunya produk serupa dengan Koekis Keren ini masih menggunakan kemasan berbentuk toples, berbeda dengan dirinya yang sudah menggunakan standing pouches.

Kayanya di kemasannya. Soalnya kalau toples itu kan untuk penjualan online belum bisa. Karena akan pecah kemasannya, berbeda dengan yang kita. Ini lebih aman dan yang menarik kalau di simpan di ritel market, itu pasti lebih aikecing,” ungkapnya seraya tersenyum.

Kayanya sih lebih murah juga yang kita. Kalau di toples itu kisaran Rp50 ribu, sedangkan yang kita ini Rp20 ribu, di mana orang bisa beli. Meski isinya lebih sedikit dari yang toples,” sambung alumni SMUN 18 Palembang tersebut.

Sementara untuk rasa, perempuan kelahiran Desember ini membedakannya di campuran kejunya. Ia mencoba mengikuti selera warga Indonesia pada umumnya.

“Kalau orang Indonesia itu identik dengan keju yang manis. Tapi, kalau keju asli itu kan asin. Makanya, saya balancing dengan gula arennya. Di mana aren itu tidak terlalu manis, tapi ada asinnya juga. Ini menjadi rasa yang baru bagi mereka,” kata dia.

Terkait penjualan, Lilie menjual paling jauh ke Ambon. Biasanya, ia mengirimkan perdua bulan sekali dengan pemesanan mencapai ratusan pcs. Sementara, penjualan yang tetap berada di Jabodebek plus Bandung.

“Kebanyakan ditaro-taro di mini market, super market, koperasi, toko oleh-oleh sampai online shop. Pernah juga jual sampai ke Singapura dan testimoni yang didapat cukup baik responnya. Tapi itu lewat online shop jualnya,” cetusnya.

Setali tiga uang, Lilie pun memiliki target ke depan dalam menggeluti usahanya. Selain merambah pengiriman hingga ke mancanegara, ia dapat mengeluarkan varian baru yang membuat para konsumennya tidak bosan atau pergi.

“Saat ini kita sudah coba varian baru rasa cokelat, untuk menambah rasa manisnya lagi. Ke depan, kita buat varian baru lagi, misalkan rasa pedas atau sebagainya,” ujar dia.

Kalau kepengen sih bisa ekspor ke luar negeri. Tapi sekarang regulasinya lumayan susah, karena saya juga belum punya marketnya diluar. Nanti kita coba upayakan dulu untuk itu. Ya cabang baru juga pengen, bahkan kalau bisa menjadi pabrik,” tambahnya. (rez)

Loading...