MRT-KAI Bakal Buat Perusahaan Bersama Kelola Kereta Api di Jakarta

by -

METROPOLITAN – JAKARTA PT Moda Raya Terpadu (MRT) bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjalin kerja sama untuk mengelola perkeretaapian di dalam kota Jakarta. Sehingga, DKI Jakarta bisa lebih mudah untuk mengelola dan integritas dengan moda transportasi lain.

“Itu artinya jutaan penduduk Jakarta akan bisa berpindah dari satu moda ke moda lain secara leluasa, secara mudah. Integrasi ini dalam aspek manajemen, dalam aspek rute, dan dalam ticketing,” ucap Gubernur DKI Jakarta¬†Anies Baswedan kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/22/2019).

Antara PT MRT dengan PT KAI sudah menandatangani head of agreement (HoA). Mayoritas saham perusahaan patungan itu akan dimiliki oleh MRT.

“Hari ini ditandatanganinya HoA di mana MRT dan PT KAI akan membentuk perusahaan joint venture yang ownership-nya 51 persen di MRT dan 49 persen di KAI,” kata Anies.

Menurut Anies, ada tiga hal yang menjadi kewenangan perusahaan tersebut. Dari pengaturan stasiun sampai kereta api.

“Akan mengatur, pertama stasiun-stasiun di kawasan Jakarta. Yang ke dua, adalah pengelolaan kereta commuter. Yang ke tiga, pengaturan kereta api bandara,” kata Anies.

Menurut Kartika, konsep integrasi bisa menarik masyarakat menggunakan transportasi umum. Konsep itu, sudah dilakukan di beberapa negara.

Sementara itu Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, penataan juga akan dilakukan pada stasiun-stasiun utama sepeti Stasiun Pasar Senen, maupun Stasiun Tanah Abang.

“Mereka juga akan melakukan perencanaan untuk supporting development di beberapa stasiun-stasiun utama seperti contohnya di Senen, di Tanah Abang, kita akan bikin konsep sehingga harapannya seperti harapan pak gubernur,” kata Kartika.

“Sehingga nanti masyarakat Jakarta ini akan dekat dengan transportasi umum bukan daerah yang mobilnya (kendaraan pribadi), tapi dekat dengan transportasi umum,” ucap Kartika.

“Jadi konsepnya seperti itu seperti di Jepang, di Belanda masyarakat tuh ngumpulnya justru di tempat-tempat, titik-titik transportasi umum,” kata Kartika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *