MUI Kabupaten Bogor Imbau Muslim Tak Gunakan Atribut Natal, Menghormati Tanpa Mengikuti

by -5.7K views

METROPOLITAN – Dalam memperingati perayaan natal dan tahun baru. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Aji, mengingatkan kembali kepada para pengusaha hotel, restoran, kafe dan pusat perbelanjaan agar tetap menjalankan Fatwa MUI yang mengatur tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan Non-Muslim.

Fatwa nomor 56 tahun 2016 ini, berbunyi atribut keagamaan adalah sesuatu yang dipakai dan digunakan sebagai identitas, ciri khas atau tanda tertentu dari suatu agama dan/atau umat beragama tertentu, baik terkait dengan keyakinan, ritual ibadah, maupun tradisi dari agama tertentu.

Untuk umat Islam, menggunakan atribut agama lain menurut fatwa tersebut adalah haram. Selain itu, untuk orang yang mengajak dan atau memerintahkan penggunaan atribut keagamaan non-muslim juga diharamkan.

“Atribut itu kan sebagai bentuk dukungan atau simbol, jadi kita harus ekstra hati-hati agar tetap menjaga iman. Kita harus jaga harmonisasi toleransi umat beragama, sehingga dengan adanya peringatan hari besar agama, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelas Mukri Aji kepada Metropolitan, kemarin.

Kendati demikian, ia juga tetap menekankan kalau Kabupaten Bogor harus tetap menjadi kabupaten yang mencerminkan nilai toleransi. Kepada umat muslim ia mengimbau bahwa dalam perayaan natal dan tahun baru nanti harus tetap menjaga dan menghormati kegiatan keagamaan agama lain.

Ia juga berharap, tidak ada oknum-oknum yang melakukan tindakan anarkis dengan membawa nama-nama islam. Sebab, agama Islam, tidak pernah mengajarkan kekerasan dan tindakan anarkis untuk mengintimidasi agama lain.

“Tindakan kekerasan apapun itu tidak dibenarkan dalam ajaran agama manapun, terutama islam. Kita harus menjaga ke Bhineka Tunggal Ika-an di Bumi Tegar Beriman, tapi jangan sampai kebablasan,” kata Mukri Aji.

Pusat perbelanjaan terbesar di Cibinong, Cibinong City Mall (CCM), menjadi sebuah gambaran toleransi umat beragama. Public Relation (PR) CCM, Farah, mengaku kalau kebijakan untuk menggunakan atribut natal dikembalikan kepada para tenant-tenant yang ada.

Tetapi untuk karyawan mall yang berada dibawah naungan CCM, tidak pernah diwajibkan untuk menggunakan atribut natal atau tahun baru. Pihak CCM mensiasatinya dengan menggunakan atribut sesuai dengan musim yang ada di luar negeri.

Di bulan Desember ini, Benua Eropa, Amerika dan Asia sedang memasuki musim dingin. Maka dari itu, beberapa karyawan yang ada di CCM diwajibkan untuk menggunakan atribut yang menggambarkan musim dingin sesuai dengan tema yang diusung, yaitu “Winter Fantasy Land”.

“Kita cuma memberikan seragam dan riasan saja. Tidak ada kok atribut-atribut natal,” kata Farah.

Hal serupa juga dijalankan oleh Metropolitan Shopping Mall Cileungsi. Walaupun tidak menerima larangan penggunaan atribut natal dan tahun baru. General Manager Metland Cileungsi, Djaelani, siap mengikuti semua peraturan atau regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Pegwai untuk saat ini tidak menggunakan atribut. Namun kami perlu penjelasan bila ada permintaan dari pihak-pihak tertentu,” pungkasnya. (dil/c/yok)

Loading...