Pemkot Bogor Harus Bisa Antisipasi Kenaikan Harga Pangan

by -

METROPOLITAN.id – Fenomena kenaikan harga komoditas pangan menjelang perayaan hari-hari besar nampaknya sudah menjadi rutinitas tahunan. Kondisi ini mendapatkan sorotan dari anggota DPRD Kota Bogor, Rizal Utami.

Politis PPP ini mengatakan, kenaikan harga yang terjadi setiap tahun seharusnya bisa diantisipasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin).

“Sekarang kan sudah musim hujan, gak mungkin lah kenaikan harga karena langka. Jangan sampai ada permainan pedagang pasar,” kata Rizal.

Dirinya berharap Pemerintah Kota Bogor bisa menjaga harga pasar agar tidak lagi mengalami kenaikan di akhir Desember. Sebab jika kenaikan tidak dicegah, ia memprediksi pada Januari nanti harga akan stagnan dan tidak akan turun dari harga saat ini.

“Ini akan menyusahkan para pedagang yang ada di pasar. Selain menjadi sepi pembeli, pastinya akan menguras modal lebih besar lagi,” imbuhnya.

Terpisah, kepala Disperdagin Kota Bogor, Ganjar Gunawan menilai kenaikan harga disebabkan karena kenaikan harga dari penghasil bahan pangan.

Pantauannya di lapangan, bahan-bahan pangan yang diperjualbelikan merupakan bahan yang didatangkan dari berbagai daerah di sekitar Kota Bogor.

“Sejauh ini kami masih melakukan monitoring harga-harga saja. Memang ini bahan datang dari berbagai daerah yang masuk, baru disebar ke berbagai pasar di Kota Bogor,” terang Ganjar.

Dalam waktu dekat ini, mantan Kepala BPBD Kota Bogor ini mengaku akan segera melakukan operasi pasar. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas harga dan kualitas barang yang diperjualbelikan di pasar Kota Bogor.

Sebelumnya, jelang perayaan Natal dan tahun baru, sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan harga.

Data dari pasar-pasar Kota Bogor, harga bahan pangan yang mengalami lonjakan paling signifikan adalah cabe rawit merah, atau akrab disebut cabe jablay. (dil/a/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *