Plaza Situ Cibinong Gagal Perencanaan

by -
DITARGET: Pekerja saat menyelesaikan pembangunan Proyek Situ Plaza Cibinong Kabupaten Bogor, kemarin.

METROPOLITAN – Salah satu anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Ferry Roveo Checanova, mengkritisi desain pembangunan Seti Plaza Cibinong, saat melakukan inspeksi mendadak, bersama Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, Selasa (10/12) sore lalu.

Menurutnya, proyek dengan nama pekerjaan pembangunan ruang terbuka hijau publik tersebut, banyak mengalami sejumlah perubahan dalam pekerjaannya. Bahkan, proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 7,225 itu berpotensi menimbulkan kemacetan di sepanjang Jalan Tegar Beriman.

“Banyak perencanaan yang berubah. Ini kan awalnya tidak ada list plangnya, sekarang jadi ada. Itu salah satu contohnya,” kata pria yang akrab disapa Feo.

Tak hanya perubahan desain, proyek yang dikerjakan PT Sinar Cempaka Raya ini, juga dapat menimbulkan parkir liar, yang berpotensi berujung pada kemacetan dan penumpukan kendaraan, di lajur lambat Jalan Raya Tegar Beriman. Bagimana tidak, pasalnya dalam pekerjaan tersebut sama sekali tidak terdapat lahan parkir untuk para pengunjung.

“Ini kan tidak ada lahan parkirnya, seharusnya ada dong. Nanti para pengunjung pasti parkir di jalur lambat, seperti di sana,” cetusnya.

Sementara itu, pelaksana harian proyek pembangunan ruang terbuka hijau publik, di kawasan Setu Cibinong Dody Setiawan membenarkan, jika proyek yang memakan waktu 150 hari kalender kerja tersebut, terdapat banyak perubahan dalam pembangunannya.

Meski tak ingin banyak bicara mengenai hal ini, namun Dody menilai secara umum perencanaan pembangunan Setu Plaza Cibinong terdapat banyak kesalahan. Salah satunya soal tiang pancang yang ditanam tepat dibawah panggung Setu Plaza Cibinong.

“Banyak yang berubah, sekitar 10 persen lebih perubahannya. Yah kalo ditotal sekitar Rp 600 juta perubahannya. Meski tidak mau menjudge, tapi menurut saya ini gagal perencanaan,” tegasnya.

Tak hanya itu, kesalahan perhitungan yang dibuat pihak perencana juga menjadi faktor penyebab miringnya tiang tersebut. Dirinya bercerita, tim perancang semula memperkirakan kedalaman tiang bisa masuk mencapai 8 meter.

Namun nyatanya saat dilakukan kajian bersama UPT Lab Kabupaten Bogor, kedalaman tiang pancang hanya bisa menyentuh 2,5 hingga 3,8 meter.

“Memang banyak orang yang bertanya kenapa tiang pancangnya miring. Dalam RAB itu tergambar tiang pancang bisa masuk kedalam tanah sedalam 8 meter. Tentu kita tidak serta merta percaya, kita minta hasil sondir (pengecekan,red) dari perencana. Dari perencanaan ternyata hasilnya hanya 2,5 hingga 3,8. Artinya setelah kedalam itu, tiang pancang sudah tidak bisa nancap kedalamannya. artinya ada mis 4,2 meter,” tutupnya. (ogi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *