PT KAI dan MRT ‘Kawinkan’ Transportasi Jabodetabek

by -22 views
DIATUR: PT KAI bersama MRT Jakarta akan membentuk perusahaan baru yang nantinya akan mengelola moda transportasi Jabodetabek.

METROPOLITAN – PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT MRT Jakarta secara resmi melakukan kerja sama, kemarin. Kerja sama itu
dilakukan keduanya untuk membentuk perusahaan baru agar mengintegrasi transportasi yang ada di Jabodetabek. Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, kerja sama itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo
(Jokowi) agar pengelolaan moda transportasi Jabodetabek dapat dilakukan satu otoritas. Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
akan memiliki kontrol pada struktur kepemilikan perusahaan yang akan mengelola moda transportasi tersebut.

”Jadi nanti perusahaan join venture ini yang pertama akan mengatur pengelolaan stasiun. Yaitu stasiun-stasiun di Jakarta dikelola bersama antara Pemda Jakarta dengan KAI, sehingga nanti diharapkan flow dari penumpang dari kereta api ke MRT itu bisa lebih nyaman,” kata Kartika di Balai Kota Jakarta Pusat, kemarin.

Selain itu, MRT Jakarta dan KAI juga akan bertugas melakukan perencanaan di kawasan transit, termasuk stasiun-stasiun seperti Tanah Abang dan Senen. Hal itu dilakukan agar masyarakat semakin terpacu menggunakan kendaraan umum dan mulai meninggalkan kendaraan pribadi.

”Jadi dengan dua perencanaan tadi itu, kerja sama pengelolaan stasiun dan juga kerja sama pembangunan dalam bentuk TOD harapannya dua atau tiga tahun ke depan akan banyak masyarakat Jakarta yang semakin tertarik tinggal di sekitar daerah-daerah akses ke transportasi umum, khususnya MRT, KAI dan yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, setelah penandatanganan perjanjian ini masih terdapat tahapan pekerjaan yang harus diselesaikan hingga pembentukan New Co dapat terwujud. MRT Jakarta bersama KAI akan segera membentuk perusahaan baru tersebut sesuai tenggat waktu yang disepakati.

”Kami juga akan mulai menyiapkan rencana taktis dan strategis dalam mewujudkan sistem transportasi umum kota yang terintegrasi dan berbasis pada pembangunan yang berorientasi transit (Transit-oriented Development),” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dalam kesempatan yang sama.

Di tempat yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan PT MRT Jakarta memiliki 51 persen kepemilikan dan PT KAI 49 persen kepemilikan. Perusahaan patungan kerja sama tersebut akan mengurus berbagai aspek dari manajemen, rute hingga tiket.

”Dengan integrasi, maka yang sekarang menggunakan kendaraan umum kereta api sekitar 1,2 juta dan darat 980.000 nantinya akan bisa menikmati integrasi dalam satu kesatuan,” katanya. (kom/rez/run)

Loading...