Pusaran Korupsi di Lingkungan Penguasa dan Pengusaha

by -

METROPOLITAN.id – Legal Culture Institue (LeCI) melakukan riset tentang partisipasi korupsi pada Pemilihan Kepala Derah (Pilkada) 2018.

Hasilnya, lemahnya sistem integritas nasional demokrasi yang belum terkonsolidasi membuat subur praktik korupsi di Indonesia.

Direktur Eksekutif LeCi, M Rizqi Azmi mengatakan, aktor-aktor yang bermain dalam korupsi politik masih sama. Efeknya pun menebarkan dampak yang negatif kepada masyarakat sebagai pelaku utama demokrasi.

Menurutnnya, aktor-aktor yang paling berperan dalam Pilkada sebagian besar dibekingi pelaku bisnis atau pengusaha skala besar.

Hal itu merujuk daftar orang yang ditangkap KPK melibatkan unsur kepala daerah yang kerap berkolusi dengan pengusaha.

“Dengan persentase di atas 30 persen adalah kandidat dan pelaku bisnis. Di mana kondisi ini sinkron dengan pelaku-pelaku yang ditangkap KPK, yaitu gubernur, bupati, walikota dan pelaku bisnis,” kata Azmi menyikapi peringatan hari antikorupsi se-dunia yang jatuh pada Selasa, (9/12).

Bahkan, kata Azmi, negara yang mengalami transisi demokrasi politik dan ekonomi adalah negara yang paling korup.

Hal itu disinyalir ketika kendali otoriter dihancurkan melalui liberalisasi ekonomi dan politik. Sementara check and balance belum terbentuk sempurna.

“Maka tingkat korupsi akan meningkat dan mencapai puncaknya,” ungkapnya.

Hal itu bisa terlihat pada kondisi baru-baru ini. Seperti saat pejabat BUMN kedapatan melanggar kewenanganya dengan menyelundupkan onderdil Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton.

Belum lagi, grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap narapidana kasus korupsi mantan Gubernur Riau, Annas Maamun.

“Dalam negara demokrasi baru seperti Indonesia, walau sudah 21 tahun, peran donor politik sangat besar, baik individual maupun bisnis. Kemudian semua orang bebas berkomunikasi menentukan keinginan masing-masing dan ditambah daya rusak mengikutsertakan seluruh masyarakat dalam money politic,” pungkasnya. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *