Ratusan Perangkat Desa Jadi Pengangguran

by -

METROPOLITAN – CIGOMBONG  Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), Ujang Munawar, meminta kepala desa (kades) terpilih dan telah di lantik agar tidak memberhentikan perangkat desa yang telah berpengalaman dalam mengurus berbagai macam administrasi.

Hal ini sesuai instruksi Bupati Bogor, Ade Yasin, saat melantik para kades, beberapa waktu lalu. Ujang menjelaskan, hampir 80 persen kades baru mengganti perangkat desa. Hal ini sangat disayangkan, karena perangkat desa telah dilatih atau telah mendapat bimtek mengenai administrasi desa yang dibiayai APBD.

“Kalau ganti perangkatnya akan menambah beban lagi dan mulai dari awal atau nol,” ujar Ujang yang juga salah satu perangkat Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong.

Agar bisa mengerjakan berbagai administrasi, Ujang meyakinkan perangkat desa yang baru tidak akan bisa menguasai pekerjaan tersebut selama dua tahun. Sebab, teori akan berbeda dengan praktik di lapangan.

”Saya yakin perangkat desa yang baru belum tentu bisa menguasai sistemnya selama dua tahun. Sebab, kita juga pengalaman seperti itu. Kalau yang diganti perangkat desa yang tidak memiliki SDM mumpuni saya kira itu tidak menjadi masalah, namun kebanyakannya kepala desa yang baru ini pasti membabat habis perangkat desa yang lama,” katanya.

Karena itu pada pemilihan kades kali ini, ia memperkirakan ada ratusan perangkat desa yang menjadi pengangguran.

“Setelah diberhentikan, mereka tidak ada pekerjaan lagi. Mereka juga berhenti tidak diberi pesangon atau uang kadeudeuh. Jadi sudah berhenti ya berhenti saja, jadi gimana mau kerja lagi modal saja mereka punya,” ujarnya.

Sebelumnya di Kecamatan Ciampea, camat sudah meng-ingatkan para kades terpilih tidak asal merombak perangkat desa. Hal ini bakal dilakukan Kades Cihideungudik, Deni. Ia tidak akan mengganti kabinet di desanya tiga bulan ke depan. Seiringnya waktu nanti bakal terlihat mana staf yang produktif dan tidak.

“Ketika ada staf desa yang produktif, kenapa harus diganti. Saya tidak mau merombak kabinet di desa ka-rena ego semata,” tegasnya. (nto/b/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *