Satpol PP Pelototi Boxies Pasca-Insiden

by -14 views
HERY KARNADI KaSatpol PP Kota Bogor.

METROPOLITAN – Desakan dari Anggota DPRD Kota Bogor yang akan memanggil pihak pemilik proyek pembangunan mal Boxies 123, Jalan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, pasca-longsor kembali Tembok Penahan Tanah (TPT) di belakang proyek makin mengemuka. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor didesak untuk mengkaji ulang izin mal dan menutup sementara pekerjaan selama investigasi.

Kepala Satpol PP Kota Bogor Hery Karnadi mengatakan untuk konstruksi bangunan yang sudah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), untuk pengawasannya dari dinas teknis. Sedangkan Satpol PP masih menunggu limpahan berkas apabila ada pelanggaran ataupun kegagalan konstruksi dari dinas tersebut.

Sebab, kata dia, pihak yang tahu soal teknis struktur dan pengerjaan proyek merupakan wewenang pengawas bangunan. Namun, ia mengakui akan terus memantau dinamika yang terjadi setelah dua kali longsor di lokasi yang sama, dengan rentang waktu yang tidak berjauhan.

“Karena itu kan sudah ada IMB-nya. Jadi pengawasannya sudah ada di dinas teknis. Kita tunggu limpahan dari sana. Kalau ada pelanggaran atau kegagalan konstruksi, baru kita ambil tindakan. Yang tahu secara teknis struktur dan pengerjaannya dari pengawas bangunan,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Insiden demi insiden yang menyelimuti proyek pembangunan mal Boxies memancing reaksi dari DPRD Kota Bogor, agar pembangunan milik PT Sinar Indonesia Loka itu dihentikan demi kepentingan investigasi.

Kecaman keras datang dari Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jaenal Mutaqin. Pihaknya meminta Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor untuk memberikan teguran keras dan meminta untuk menghentikan aktifitas pembangunan di mal yang mulai dibangun sejak 2018 itu. Agar segera bisa dilakukan investigasi mendalam.

“Kami minta dinas Perumkim untuk berikan teguran keras dan untuk hentikan segala aktifitas di proyek Boxies. Lakukan investigasi,” katanya.

Pihaknya pun bakal meninjau ke lokasi kejadian beberapa waktu mendatang. Sebab, insiden ini tergolong memalukan lantaran masih lekat di ingatan saat pihaknya mendatangi lokasi longsoran pada Oktober lalu, alias belum genap tiga bulan penyelesaian.

“Makanya mungkin akhir pekan lah. Kami akan tinjau lokasi longsor. Setelah ada gambaran, kami akan panggil pihak pengelola dan kontraktor Boxies, awal pekan depan, ya Senin lah,” ujar Jaenal.

Politisi Gerindra itu menambahkan, pemanggilan DPRD Kota Bogor kepada pemilik untuk membawa seluruh dokumen perencanaan gedung, termasuk fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum)-nya. Termasuk didalamnya dokumen dan berkas terkait perizinan yang sudah dikeluarkan Pemkot Bogor.

“Yang jelas kami ingin aktifitas pekerjaan disana dihentikan, lakukan investigasi. Mereka bawa semua dokumen saat kami panggil nanti. Dokumen perizinan pun akan kami kaji mendalam. Dalam satu tahun bisa sampai tiga insiden, ini kan bahaya,” tegasnya. (ryn/c/yok)

Loading...