Segelas Rp3 ribu, Kedai Balerea Suguhkan Kopi Asli

by -86 views

METROPOLITAN.ID- Bagi Anda para pencinta kopi umumnya harga secangkir kopi yang disuguhkan dicafe dibandrol Rp 15-30 ribu. Namun berbeda jika ngopi di kedai kopi Balerea,secangkir kopi hanya dibandrol Rp 3 ribu saja.

Bermisi memasyarakatkan kopi, kedai ini berada di Kampung Kebon Danas, Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur. Sang pemilik kedai, Apep Irsad menuturkan, Sukamakmur menjadi salah satu wilayah potensi kopi terbesar di Bogor. Di balik potensi itu, dirinya justru mengaku prihatin lantaran warga di Sukamakmur sendiri mengkonsumsi kopi sachet atau yang biasa dijuluki kopi gunting.

“Banyak warga di sini kurang mengenal kopi, padahal kebun pohon kopi ada di sekitarnya. Saya sendirk keturunan keluarga petani kopi,” kata Apep diwawancarai Metropolita.id, Minggu (15/12/2019).

Mata Apep semakin terbuka untuk mengenali kopi sejak tahun 2014. Saat itu, dirinya mengikutsertakan Kopi Sukamakmur dalam event yang digelar di lapangan Upakarti, Soreang, Bandung bersama-sama petani sekaligus prosesor Kopi asal Sukamakmur Arif. Di sana dirinya mengenyam segudang ilmu tentang perkopian.

“Dari situ saya mulai belajar ngolah kopi dengan benar. Tahun 2016 saya bersama Pak Budi Kopi Arca ke Coffee Lab Bandung. Saya buat mengemas kopi dan mulai dari jual ke event perhelatan kopi,” tutur Apep.

Apep mengisahkan, ditahun selanjutnya tepat 2017, lahir ide membuka kedai kopi seukuran enam kali enam meter di pekarangan rumahnya.

Dirinya memiliki gagasan bersama penyuluh pertanian, Asep dan pemuda lainnya Afil. Di bantu dua orang ini visi mengenalkan kopi ke masyarakat pun tercetus.

“Karena kita sering ngopi bareng. Sampai obrolan kalau di sini wargannya tidak banyak tahu dan belum banyak yang minum kopi asli olahan dari kebun,” cetusnya.

Tak seperti cafe kopi pada umumnya, di Balerea pengunjung bisa meminum kopi asli dari kebun setempat dengan harga terjangkau. Penikmat kopi diperlihatkan untuk memilih biji kopi dari setiap kelas atau gradenya. Dari mulai kelas grade tiga, grade dua, dan grade satu hingga spesialty.

Nah, untuk segelas kopi robusta dengan aneka seduhan atau manual brew saja pengunjung cukup merogok kocek Rp 3-5 ribu saja. Untuk pengemar arabika, cukup Rp 7 ribu rupiah sudah bisa langsung menyesap kenikmatannya. Secangkir kopi juga bisa dinikmati dengan dihidangkan singkong goreng khas bumbu tradisional pedesaan. Selain itu, ada bubur yang panas dan aneka cemilan lainnya.

“Sebenarnya kopi tiga ribu sebagai alat edukasi, nanti sebelum diseduh saya tunjukan kopi tiga ribu dengan kopi grade tiga dan dengan kopi bagus grade diatasnya denga harga lima ribu, mereka memilih di atasnya,” kata Apep.

Selain memiliki kebun sendiri, Apep juga mengolah kopi-kopi dari petani yang ada di Sukamakmur, baik jenis robusta maupun arabika. Lambat laun, kini masyarakat mulai beralih ke kopi bubuk olahan petani. Menurut Apep, kopi asli selain lebih sehat, juga kaya manfaat bila menjadi konsumsi rutin setiap hari.

Kedai kopi Balerea kini menjadi salah satu tempat persinggahan bagi wisatawan yang melancong ke Sukamakmur alias Puncak Dua ini. Di sini juga, wisatawan bisa menjadikan kopi sebagai oleh-oleh. Selain di rumahnya Kampung Kebon Danas, Desa Sirnajaya, Kedai Balerea dibuka di Desa Sukamakmur, tak jauh dari Kantor Kecamatan Sukamakmur. (don/suf)

Loading...