Sisa Kontrak 8 Hari Dewan Mencak-mencak di RSUD

by -
PROYEK: Proyek pembangunan gedung ruang perawatan kelas III RSUD Kota Bogor baru selesai 86,5 persen, padahal 27 Desember mendatang harus sudah selesai.

METROPOLITAN – Tersisa kurang dari 10 hari, proyek pembangunan gedung ruang perawatan kelas III Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor mendapat sorotan.

Bagaimana tidak, proyek dengan nilai Rp89 miliar itu terlihat masih berantakan dengan material berserakan di lantai dasar hingga lantai empat.

Diklaim sudah selesai 86,5 persen, DPRD Kota Bogor pesimis pekerjaan bisa selesai tepat sesuai target, 27 Desember mendatang.

Hal itu terkuak saat Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek RSUD, kemarin (18/12) siang. Melihat kondisi yang compang-camping, para wakil rakyat pesimis pekerjaan akan selesai tepat waktu, dan diprediksi ‘menggagalkan’, perersmian yang dijadwalkan 31 Desember.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil mengatakan, ketika pihaknya pertama kali datang ke lokasi proyek, dewan kecewa lantaran terlihat belum memuaskan. Kekewaan makin menjadi saat pihaknya kembali sidak.

“Kalau begini, sepertinya nggak akan beres. Waktu pertama datang mereka tambah pekerja dari 200 menjadi 480-an orang. Tetap aja makan waktu. Ini kami pastikan itu,” katanya saat pertemuan pasca-sidak, kemarin.

Ia juga menyayangkan alasan dari kontraktor yang mengkambing hitamkan cuaca buruk Kota Bogor di akhir tahun yang menyebabkan adanya deviasi hingga empat persen.

“Dari dulu juga Bogor mah hujan terus. Masa itu nggak dipikirkan? Hujan mah nggak jadi alasan dong. Prinsipnya kami ingin gerdung ini jadi sesuai target 27 Desember nanti,” tukas Politisi PKS itu.

Suara tak kalah pedas disampaikan Wakil Ketua Komisi III Kota Bogor Dodi Setiawan. Politisi Partai Demokrat itu mencak-mencak di depan Direktur Utama (Dirut) RSUD dan kontraktor sepas sidak. Secara terang-terangan ia tidak yakin pekerjaan akan selesai tepat waktu.

Terlihat saat dirinya dan rekan komisi sidak ke lokasi, pekerja terlihat biasa saja dan tidak ‘mempush’ pekerjaan.

“Sepert nggak mempush ini pimpro-nya. Pekerja santai gitu. Hujan juga jangan jadi alasan, jujur saya pesimis. Kalau lihat kondisi begini, sebulan juga belum tentu beres, saya jamin belum bisa beres. Makanya,Ini katanya 86 persen. Dari mana datanya?” ujarnya.

Ia ingin semua evaluasi dari anggota DPRD itu jadi pertimbangan, sekaligus pertimbangan untuk DPRD kaitan hasil di lapangan.

“Yang jelas 27 Desember harus beres, 31 Desember harus bisa gunting pita,” tukasnya.

Meski begitu, Direktur RSUD Kota Bogor dr Ilham Chaidir masih percaya diri bahwa pekerjaan akan selesai tepat waktu. Ia mengakui, saat dirinya pertama menjabat beberapa bulan lalu, saat itu tidak memenuhi target. Pihaknya pun memberikan surat peringatan kepada kontraktor untuk percepatan.

“Sudah kerja pun 24 jam lah. Akhirnya sekarang bisa 86,5 persen. Tapi kami ingatkan jangan jadi kualitasnya berkurang. Optimis masih bisa kekejar lah. 31 Desember bisa gunting pita,” paparnya.

Senada, Direktur Operasional PT Tri Kencana Anwa Ali mengakui adanya surat peringatan dari pemilik pekerjaan lantaran minggu ini saja harusnya sudah menginjak 90-an persen. Sedangkan saat ini, baru 86 persen.

Mengatasi hal itu, sudah ada penambahan pekerja dari 200 orang menjadi 400-an orang. Ini dilakukan untuk mengatasi pekerjaan kritis, seperti pemasangan lift.

“Kami kan gedung saja. Betul hujan berpengaruh, tapi jangan sampai nunda target. Setelah kami di SP1 lah istilahnya. Minggu depan bisa 90 persen nya itu,” imbuhnya.

Ia beralasan, hampir semua perusahaan punya kendala yang sama saat menyelesaikam pembangunan, yakni terkesan ngebut di akhir atau setelah ada sidak dari pemangku kebijakan.

“Kita akui kami telat. Makanya ini pegawai, nanti mau libur Natal pun akan kami kebut terus kerja terus demi kejar target,” pungkas Anwar. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *