Teror Ular Kobra di Bojonggede Ramai-ramai Pakai Kapur Barus

by -
TANGKAP LAGI: Petugas Damkar menangkap anakan ular kobra lagi dari rumah warga di Perumahan Royal Citayam Residence.

METROPOLITAN – BOJONGGEDE Penemuan anakan ular cobra semakin meresahkan warga Kecamatan Bojonggede. Sebelumnya sudah tertangkap 30 anak ular cobra, namun setelah dilakukan pencarian oleh Komunitas Action Reptil Bojonggede ditemukan 2 anakan lagi di rumah warga.

“Tadi ada lagi penangkapan 2 anakan ular cobra di selokan blok F4 sama kebun G3, satu mati yang satu lagi hidup. Tapi sudah dibawa sama komunitas,” ujar Yudha warga setempat di Musala Al Mujahirin Perumahan Royal Citayam Residence, Bojonggede, kemarin.

Di prediksi usia ular tersebut berkisar 2-3 bulan. Namun untuk seusia tersebut ular tersebut sudah memiliki bisa yang membahayakan. Untuk mencegah supaya anak ular tidak masuk rumah warga lagi, Komunitas Action Reptil Bojonggede menyarankan agar membatasi pagar rumahnya dengan kapur barus. Cara tersebut dinilai ampuh karena terbukti tidak ada lagi ular yang masuk rumah.

“Untuk saat ini kita sudah mengindikasi tempat yang sempat kita curigai tetapi pas ditelusuri tidak ada, kita juga sudah melakukan gotong royong bersih-bersih komplek dan dari komunitas pun menyarankan kalau di depan rumah di beri kapur barus, meskipun tadi sempat kecolongan 1 rumah warga yang dimasukin ular karena lupa tidak diberi kapur barus,” jelas Yudha.

Meski didapati ular, aktivitas warga tetap berjalan dengan normal. Namun yang menjadi hambatan adalah ketika anak-anak sedang bermain warga memiliki rasa waspada. Sebelumnya, puluhan anak ular kobra muncul di permukiman warga Perumahan Royal Citayam Residence, Desa Susukan, Kecamatan Citayam, Kabupaten Bogor.

Anakan ular kobra ini pertama kali ditemukan warga pada Rabu (4/12) lalu. Awalnya warga melihat 3 ekor anak kobra sedang meliuk-liuk di depan rumah samping musala sekitar pukul 16L00 WIB.

“3 ekor anak ular itu berhasil ditangkap warga,” kata Ketua Pagayuban Warga Perumahan Royal Citayam Residence, Hari Cahyo.

Keesokan harinya, warga kembali digegerkan dengan penampakan 5 ekor anak ular berwarna hitam dan panjang 30 sentimeter di teras musala dan halaman rumah.

“Anak ular kobra ini tidak hanya dijumpai di depan rumah, tapi juga di teras rumah dan musala,” beber Hari.

“Karena warga sudah resah, kami datangkan petugas Damkar dan dari komunitas reptil untuk memburu ular khususnya indukan,” kata Hari.

Sementara itu, sejumlah anggota Damkar dan pawang ular sudah melakukan perburuan dan mengecek lokasi yang ditengarai sebagai tempat bersarangnya anak termasuk induk ular kobra.

“Setelah melakukan penyisiran kami dan petugas Damkar hanya menangkap kembali 2 ekor anak kobra. Induknya belum berhasil ditemukan,” ucap Hari.

Perburuan ular kembali dilanjut hari berikutnya. Warga bersama komunitas reptil kembali menangkap 2 ekor ular kobra berwarna hitam ini. Masing-masing anak ular itu ditangkap pada siang dan malam hari.

“Tadi siang kami melakukan kerja bakti kembali, hasilnya ditemukan kembali 2 ekor anak ular kobra,” terang Hari.

Dengan demikian, selama lima hari ini warga telah menangkap sebanyak 29 ekor anak ular kobra. Puluhan ekor ular berbisa ini dibawa petugas Damkar dan komunitas reptil. Sebagian lainnya mati warga.

“Setelah banyak ular yang ditangkap, sekarang warga mulai merasa tenang. Namun begitu, kami sudah mengimbau warga untuk tetap berhati-hati,” katanya. (mdk/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *